BUKITTINGGI, KP – Wakil Wali Kota (Wawako) Bukittinggi Ibnu Asis memberikan Jawaban Pemerintah Daerah atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bukittinggi Tahun 2026 dan Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).
Penyampaian jawaban tersebut berlangsung dalam rapat paripurna, di ruang rapat DPRD Bukittinggi, Jumat (7/11).
Wawako Ibnu Asis dalam jawabannya menegaskan, penyusunan APBD Tahun 2026 telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menjaga konsistensi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan.
Dikatakannya, pemerintah berkomitmen mengarahkan belanja pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penguatan ekonomi dengan prinsip efisiensi atau disebut juga dengan prinsip ‘money follow program’.
Terkait penurunan Dana Transfer Umum (DTU) dan terbatasnya ruang fiskal, Pemko Bukittinggi mengambil langkah antisipasi melalui efisiensi belanja operasional, optimalisasi pendapatan melalui digitalisasi pajak daerah, dan peningkatan kinerja BUMD serta pengembangan sektor pariwisata.
Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), Wawako Ibnu Asis mengungkapkan bahwa Pemko Bukittinggi kini fokus pada inventarisasi dan rekonsiliasi aset, percepatan sertifikasi tanah, penerapan sistem e-BMD, dan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri dalam penyelesaian aset bermasalah, seperti Pasar Banto dan Stasiun Lambuang.
Wawako menegaskan, pemko berkomitmen memperkuat penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta melaksanakan kebijakan yang transparan, efisien, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Sementara, Ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Efendi menjelaskan, rangkaian rapat paripurna selama tiga hari ini merupakan bagian dari Pembicaraan Tingkat I. “Selanjutnya, kedua ranperda ini akan dibahas secara mendalam melalui rapat kerja antara DPRD dan Pemerintah Kota Bukittinggi,” ujar Syaiful Efendi. (mas)
