SURABAYA, KP – Kota Padang mempunyai beragam produk kerajinan yang perlu dikembangkan seperti sulaman benang emas, tenun/ songket, bordir dan batik serta aneka kerajinan kreatif lainnya.
“Untuk itu kita ingin mempelajari pengalaman Jawa Timur dalam mengembangkan kerajinan lokal ini,” ujar Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Kota Padang, Vanny Andree Algamar saat melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, baru-baru ini.
Ia menyampaikan, kunjungan ini bertujuan mempelajari strategi pengembangan UMKM lokal Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan Kota Padang.
Sementara itu Perwakilan Dekranasda Jawa Timur, Agus Budi Purnomo membuka sesi dengan mempresentasikan secara komprehensif mengenai program, potensi, dan strategi pengembangan kerajinan di wilayah Jawa Timur.
“Provinsi Jawa Timur terus berinovasi untuk meningkatkan daya saing kerajinan lokal, tidak hanya di pasar nasional tetapi juga internasional. Berbagai program pembinaan, promosi, serta pelatihan yang disediakan untuk pengrajin, termasuk kolaborasi dengan generasi muda,” sebutnya.
“Kami memulai program pembinaan sejak dini, termasuk mengintegrasikan pelatihan kerajinan ke dalam kegiatan sekolah. Selain itu, pendekatan melalui media sosial juga efektif untuk menarik minat generasi muda,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, Dekranasda Kota Padang mengunjungi Galeri Batik Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, melihat kerajinan khas Jawa Timur seperti batik tulis, anyaman bambu, dan kerajinan kulit. Mereka juga menerima presentasi tentang program, potensi, dan strategi pengembangan kerajinan di Jawa Timur.
“Di sini, kita perlu belajar banyak. Galeri tidak hanya sebagai tempat promosi, tapi juga tempat bertransaksi. Kita perlu fokus pada program pembinaan pengrajin dan strategi untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap produk kerajinan,” pungkas Ny. Vanny didampingi Wakil Ketua I Dekranasda Ny. Netti Yosefriawan. (red)
