Harga Jagung Masih Rendah, Petani Nagari Taram Menjerit

Petani Jagung di Jorong Sipatai, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, KP – Masih rendahnya harga jual jagung manis dikeluhkan petani di Jorong Sipatai, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Sebab tidak bisa menutupi biaya produksi yang mahal, terutama pembelian pupuk, pestisida dan upah panen.

Saat ini, meski tengah memanen jagung, mereka belum bisa tersenyum puas, sebab hasil penjualan tidak mampu memberikan keuntungan yang sesuai.

Saat ini harga jual jagung masih belum naik, masih Rp1.500 perkilonya. Sementara beberapa bulan sebelumnya harga jual sempat mencapai Rp4.500 hingga Rp5.000.

Petani berharap kedepannya Pemerintah Daerah bisa membantu mengatasi persoalan-persoalan yang dikeluhkan petani, terutama harga jual. “Untuk harga jual jagung saat ini masih rendah, Rp1.500 perkilonya. Sementara beberapa bulan lalu bisa mencapai Rp4.500 hingga Rp5.000,” ucap Devi, Senin pagi (18/11).

Lebih jauh Devi berharap agar kedepannya harga jual jagung bisa segera naik, minimal Rp2.500 perkilogram, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan dan bersemangat untuk mengolah lahan pertanian. “Minimal harga jual perkilonya Rp2.500, sehingga potensi bisa mendapatkan keuntungan serta menutupi biaya produksi,” jelasnya.

Sementara terkait pemasaran, umumnya jagung dan hasil pertanian petani di Nagari Taram banyak dijual atau dibawa ke Provinsi Riau oleh toke penampung, disamping juga dijual di pasar tradisional di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.”Untuk jagung ini dijual kepada toke penampung yang biasanya mengirim ke Provinsi Riau bersama hasil pertanian lainnya.” tutupnya. (dst)

Related posts

Pencarian Resmi Dihentikan, Dua Pelajar Tenggelam di Padang Belum Ditemukan

DPRD Kabupaten Solok Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Tekankan Perbaikan Kinerja OPD

Tanah Datar–Mandailing Natal Perkuat Kolaborasi Pembangunan Antar Daerah