LIMAPULUHKOTA, KP – Masyarakat peternak penerima bantuan di Sumatera Barat (sumbar) tak hanya diberikan bantuan ternak namun juga diberikan bimbingan teknis tentang ketersedian pakan.
Hal itulah yang ditunjukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbar yang menggelar kegiatan bimbingan teknis ketersedian pakan ternak bagi kelompok penerima bantuan ternak sapi pada 13 – 16 November 2023 lalu di Kabupaten Limapuluh Kota.
Kepala DPKH Sumbar, Sukarli diwakili Kabid Produksi dan Teknologi, Efdal Kavri kepada wartawan mengatakan, kegiatan bimtek tersebut adalah yang kedua karena telah dimulai pada tahun 2022 lalu.
Disebutkannya, kegiatan bimtek itu terdapat 3 angkatan yang jumlah peserta kurang lebih sebanyak 150 orang. Kegiatan juga merupakan aspirasi dari Anggota DPRD Sumbar, Dody Delvi
Lebih jauh disebutkan, bantuan ternak yang diberikan itu berupa sapi, itik dan ayam.
Materi bimtek yang diberikan tentang ransum rumenesia, kesehatan hewan, peternakan unggas, budidaya ternak ayam KUB dab pakan ternak unggas.
Narasumber dari para orang – orang yang berkompeten di bidangnya baik dari perguruan tinggi, praktisi maupun dari DPKH Sumbar.
Dijelaskan, tujuan bimtek ini untuk menambah pengetahuan peternak yang mendapatkan bantuan dalam hal pemeliharaan ternak maupun dalam memberikan pakannya.
Sehingga berkembang dengan baik ternak bantuan tersebut dan populasinya bertambah. Dengan demikian, pendapatan peternak pun meningkat pula.
Dikatakannya, kegiatan ini bimtek ini sudah yang kedua kali dilakukan. Pada tahun pertama bimtek itu dilakukan di tahun 2022 lalu dan dilanjutkan pada tahun 2023 ini.
Menurutnya, memang nampak bedanya antara diberikan bimtek dengan tidak diberikan bimtek tentang ketersedian pakan tersebut.
“Masyarakat penerima bantuan ternak tersebut akan semakin paham tentang kuantitas dan kualitas pangan yang akan diberikan ke ternak.Dengan demikian ternak yang dipelihara akan cepat berkembangnya,”ujar Efdal Kavri.
Diakuinya, masyarakat penerima bantuan pada tahun 2022 lalu yang telah diberikan bimtek memang lebih cepat bertambah populasi ternaknya bila dibandingkan tahun – tahun sebelumnya yang tak mendapatkan bimtek tersebut.
Ditambahkannya, melalui bimtek ketersedian pangan tahun ini tentu para masyarakat penerima bantuan ternak bisa lebih baik mengembangkan populasi ternak tersebut. (eka)
