PADANG, KP – Dalam upaya mencegah aksi tawuran antar pemuda di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pemerintah setempat terus meningkatkan langkah preventif. Bekerja sama dengan Polsek Lubuk Begalung dan Satgas Anti Tawuran, patroli gabungan malam hari kini rutin digelar.
Patroli ini melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, Satpol PP, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh pemuda, bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Kegiatan patroli dilakukan dari malam hingga dini hari, menyasar lokasi-lokasi rawan konflik.
Camat Lubuk Begalung, Nofiandi Amir, menjelaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Patroli gabungan ini adalah bagian dari langkah preventif untuk mengurangi potensi tawuran. Saat menemukan kelompok pemuda berkumpul di tempat-tempat rawan, petugas langsung membubarkan mereka dan meminta untuk kembali ke rumah,” ungkap Nofiandi dalam keterangan pers, Sabtu (5/10) dikutip dari padangkita.com
Untuk memperkuat upaya ini, Kecamatan Lubuk Begalung telah membentuk Satgas Anti Tawuran di 15 kelurahan. Satgas ini beranggotakan perwakilan dari LPM, tokoh pemuda, dan Karang Taruna, yang bertugas sebagai pengawas dan penyampai informasi terkait potensi tawuran di lingkungan sekitar.
Nofiandi menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan. “Keberhasilan pencegahan tawuran sangat bergantung pada partisipasi aktif semua pihak, terutama para pemuda,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pemuda untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. “Mari bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan kita dan hindari tindakan yang merugikan masyarakat,” imbuh Nofiandi.
Dengan intensifikasi patroli dan pembentukan Satgas Anti Tawuran, diharapkan aksi tawuran di Lubuk Begalung dapat ditekan, sehingga tercipta suasana yang aman bagi seluruh warga. (pkt)