Polisi Buru Perampok Sadis yang Tembak Korban

BUKITTINGGI, KP – Jajaran Polresta Bukittinggi saat ini masih memburu pelaku perampokan sadis yang menembak korbannya, Wirman (48 tahun), seorang pedagang rempah-rempah di Aur Kuning, Rabu (12/7). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, saat korban pulang ke rumahnya di Tangah Jua, Kelurahan Aua Kuning, Bukittinggi.

Dalam kejadian itu, korban mengalami luka tembak di bagian dada. Sementara, sepeda motor korban yang di dalam joknya berisi uang tunai Rp70 juta dibawa kabur pelaku. Saat ini korban tengah dirawat intensif di RSAM Bukittinggi.

Informasi yang dihimpun KORAN PADANG, pada hari nahas itu, korban pulang ke rumahnya mengendarai sepeda motor Honda Vario BA 3705 LC. Menjelang sampai di rumah, tepatnya di Jalan Surau Ketek Kuniang, korban dihadang oleh dua pria yang tak dikenal, yang juga pakai sepeda motor. Pelaku lalu menyuruh korban turun dari motornya.

Namun, korban tidak mau turun dan pelaku memaksa korban untuk turun. Saat korban berteriak minta pertolongan, pelaku mengeluarkan senjata api dan menembak bagian dada sebelah kanan korban. Korban langsung terjatuh dan kabur membawa sepeda motor korban.

Mendengar suara tembakan, warga terkejut dan berhamburan keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi, termasuk keluarga korban. Ternyata Wirman sudah tergeletak bersimbah darah. Korban langsung dilarikan ke RS Madina untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena luka tembak itu cukup serius, korban dirujuk ke RSAM .Malam itu juga pihak reskrim Polresta Bukitinggi turun melakukan melakukan olah TKP.

Kasatreskrim Polresta Bukittinggi, AKP Fetrizal mengungkapkan, pelaku menembakkan senjata api dua kali, dan satu peluru mengenai dada sebelah kanan atas korban.

“Pelaku sempat mengarahkan senjata api ke masyarakat di TKP yang ingin membantu korban,” katanya.

MOTOR KORBAN DITEMUKAN DI SAWAH DANGKA

Tiga jam setelah kejadian, sepeda motor korban ditemukan polisi di pinggir jalan raya di daerah Sawah Dangka, Kenagarian Gadut, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Kasat Reskrim Polresta Bukitinggi AKP Fetrizal mengatakan, tas berisi uang sekitar Rp70 juta yang sebelumnya ada di dalam jok motor sudah raib. Sejauh ini pihaknya telah meminta keterangan korban, keluarga korban, dan saksi-saksi serta telah melakukan olah TKP, termasuk memeriksa CCTV yang ada di sekitar tempat kejadian.

Berdasarkan pengakuan korban, saat pulang dari tokonya di Aur Kuning, ia tidak merasa ada yang membuntutinya. Tetapi sesampainya di persimpangan TK Excellent, ia dihadang dua orang tak dikenal berboncengan sepeda motor.

“Yang satu di atas motor, yang satu turun. Seorang pelaku lalu menyuruh saya turun, ‘turun pak’, katanya, tapi saya tidak mau turun,” ungkap Wirman.

“Saat pelaku mengeluarkan pistol, awalnya saya kira itu pistol mainan, jadi saya melawan sambil berteriak minta tolong. Tiba-tiba dia menembak saya, kena dada,” kata Wirman.

Istri korban Refnawati (49 tahun) mengaku mendengar dua kali suara letusan diduga suara tembakan, lalu disusul dengan suara suaminya berteriak minta tolong.

TANGAH JUA KAWASAN PADAT PENDUDUK

Tangah Jua merupakan kawasan padat penduduk. Warga tidak mengira akan terjadi kasus perampokan dengan senjata api di kawasan tersebut. Apalagi kejadiannya senja yang kondisinya boleh dikatakan masih ramai.

“Kami tidak mengira akan terjadi aksi perampokan di kawasan Tangah Jua ini, sebab kawasan ini cukup ramai dan tempat kejadian merupakan jalan yang juga ramai,” kata Ketua DPRD Bukitinggi Beny Yusrial yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ia menduga korban telah diincar oleh pelaku. Sebab dari kronologis kejadian, yang diincar pelaku bukan sepeda motor, melainkan uang yang ada di dalam Jok.

Menurut Beny, kejadiannya begitu cepat di saat waktu Magrib. Namun, Beny yang saat itu sedang menerima tamu, mengaku tidak mendengar bunyi tembakan.

Beny Yusrial selaku warga RT 03 Tangah Jua maupun sebagai Ketua DPRD Bukittinggi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Sebab, kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

INTENSIFKAN PATROLI

Dalam rangka mencegah terjadinya kasus serupa, Polresta Bukittinggi mengintensifkan patroli di daerah-daerah yang dianggap rawan kejahatan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan rasa aman dan melindungi masyarakat serta meningkatkan efisiensi dalam menangani kejadian kriminal.

Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Yessi Kurniati memerintahkan jajaran Satreskrim dengan dukungan semua fungsi kepolisian untuk segera mengungkap kasus perampokan tersebut.

Ia juga menghimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada dalam melakukan transaksi atau ketika membawa uang dalam jumlah banyak. Apabila masyarakat akan membawa uang tunai dalam jumlah besar atau melakukan transaksi berisiko, diharapkan menghubungi kantor polisi terdekat guna mendapatkan pengawalan.

“Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, peran serta dan pengawasan dari masyarakat sangat diperlukan guna menciptakan keamanan dan ketertiban di Kota Bukittinggi. Polresta Bukittinggi berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan dan keamanan kepada seluruh masyarakat,” pungkas Kombes Pol Yessi Kurniati. (oki)

Related posts

Razia Pekat di Payakumbuh: LC, Miras hingga Pasangan Mesum Terjaring

Eksekusi Tanah Ulayat di Limapuluh Kota Ricuh, Warga Histeris, Polisi Terluka

Cinta Segitiga Berujung Maut, Pemuda Tewas Ditusuk di Pesta Rakyat