DHARMASRAYA, KP – Kapolres Dharmasraya, AKBP Bagus Ikhwan menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengungkap kasus perampokan dengan kekerasan (curas) yang terjadi di Ruko Barokah, Sungai Betung, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (16/1) malam.
Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, serta analisis rekaman CCTV.
“Kami telah mendatangi TKP, melakukan olah TKP, serta mengamankan barang bukti dan rekaman CCTV yang ada di lokasi,” ujar Kapolres, Selasa (19/2).
Untuk mempercepat pengungkapan kasus ini, Polres Dharmasraya membentuk tim khusus (timsus) yang terdiri dari personel gabungan Polres dan Polsek. Tim ini terbagi dalam empat kelompok, masing-masing dipimpin oleh perwira, yang bertugas melakukan penyelidikan di lapangan.
“Kami juga telah mengirimkan hasil olah TKP ke Laboratorium Forensik (Labfor) di Riau, termasuk rekaman CCTV, sidik jari, serta selongsong dan proyektil yang ditemukan di TKP,” jelas Kapolres.
Namun, hingga kini masih terdapat kendala dalam analisis bukti, yakni sidik jari yang ditemukan tidak dapat dibaca. Rekaman CCTV tidak memperlihatkan wajah pelaku dengan jelas. Hasil analisis proyektil dan selongsong masih dalam proses pemeriksaan.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah melakukan analisis data ponsel (cell dump dan celebrate) terhadap orang-orang yang dicurigai, namun hasilnya belum keluar.
Sebagai langkah lanjutan, Polres Dharmasraya telah berkoordinasi dengan sejumlah Polres di wilayah tetangga, termasuk Polres Bungo dan Polres Tebo (Polda Jambi), Polres Musi Banyuasin dan Polres Mesuji (Polda Sumsel) dan Polres Kuansing (Polda Riau)
“Kami terus berupaya mengungkap kasus ini dan meminta kerja sama dari masyarakat. Jika ada informasi terkait kejadian ini, mohon segera disampaikan ke Polres Dharmasraya,” tutup Kapolres. (why)
