PESISIR SELATAN, KP – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesisir Selatan menggencarkan edukasi keselamatan berkendara di kalangan pelajar. Upaya ini dilakukan menyusul tingginya angka kecelakaan yang melibatkan remaja di daerah tersebut.
Kasat Lantas Polres Pessel, AKP Ade Saputra, mengingatkan pelajar agar disiplin mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri maupun pengguna jalan lain.
“Keselamatan di jalan raya bukan hanya soal aturan, tapi menyangkut nyawa. Kita tidak ingin masa depan generasi muda hancur karena kecelakaan yang bisa dicegah,” ujarnya di Painan, Selasa (23/9).
Satlantas mencatat, sepanjang 2024 terjadi sekitar 300 kasus kecelakaan yang melibatkan remaja, atau hampir satu kasus setiap hari. Angka ini dinilai cukup mengkhawatirkan sehingga perlu ditekan dengan langkah preventif.
Sebagai tindak lanjut, Satlantas mengintensifkan sosialisasi ke sekolah melalui program “Polisi Sahabat Pelajar”. Edukasi tidak hanya ditujukan kepada siswa, tetapi juga guru dan kepala sekolah agar turut menanamkan nilai tertib berlalu lintas.
Menurut AKP Ade, guru dan kepala sekolah memiliki peran penting dalam memberi keteladanan dan menerapkan aturan tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan siswa. Di sisi lain, orang tua juga diminta tidak memberikan kendaraan kepada anak di bawah umur atau yang belum memiliki SIM.
“Kalau orang tua lengah, sama saja membiarkan anak melanggar hukum dan membahayakan diri mereka sendiri,” tegasnya.
Dalam penyuluhan, petugas juga mengajak siswa berdialog tentang pentingnya memakai helm standar, larangan knalpot bising, serta kewajiban memiliki SIM dan STNK. Selain itu, ASN di lingkungan Pemkab Pessel didorong menjadi teladan dalam berlalu lintas.
AKP Ade menambahkan, sinergi semua pihak, termasuk insan pers, sangat dibutuhkan. “Kepolisian, sekolah, orang tua, masyarakat, ASN, dan media harus bergandengan tangan untuk menumbuhkan budaya tertib lalu lintas di Pesisir Selatan,” pungkasnya. (don)
