SOLOK, KP – Aksi penipuan dengan menggunakan akun media sosial palsu Facebook dan WhatsApp (WA) mengatasnamakan Bupati Solok Epyardi Asda kembali terjadi.
Modusnya, pelaku mengirim pesan pribadi ke orang-orang tertentu dan sejumlah masyarakat. Dalam pesan itu disebutkan bupati beserta Keluarga akan menyalurkan sedekah untuk pembangunan masjid atau pesantren.
“Maaf mengganggu, saya mau tanya barangkali ada pembangunan mesjid atau pondok pesantren di daerah sekitar bapak, kebetulan saya dan keluarga mau sedekah di masjid atau pondok pesantren,” demikian isi pesan tersebut.,
Menanggapi hal itu, Bupati Epyardi Asda mengimbau masyarakat, untuk berhati-hati dengan akun palsu yang mencatut namanya di media sosial, baik itu di Facebook, WhatsApp, dan lainnya.
“Itu hanyalah penipuan, jangan percaya,” katanya, Kamis (16/11).
Bupati Epyardi Asda berharap tidak ada masyarakat yang jadi korban penmipuan akun palsu tersebut., Ia juga meminta masyarakat lebih teliti dan berhati-hati serta selalu memverifikasi informasi yang diterima melalui sumber kredibel, seperti website dan akun resmi media sosial pemerintah atau melalui instansi terkait.
“Jika ada keraguan atau kecurigaan terhadap informasi yang diterima, segera menghubungi pihak berwenang untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut,” pungkas Bupati Epyardi Asda. (wan)