JAKARTA, KP – DPR telah menerima surat presiden (surpres) yang berisi nama calon Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo Margono. Dalam surat itu, Presiden Jokowi mengusulkan satu nama alias nama tunggal sebagai calon panglima TNI.
“Surat itu diantarkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Senin siang (30/10),” ungkap Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid, kemarin.
Meutya tidak membantah atau membenarkan bahwa nama yang diusulkan menjadi Panglima TNI adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agus Subiyanto yang baru saja dilantik beberapa hari lalu menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurrahcman yang memasuki masa purnabakti.
Menurut Meutya, nama tunggal calon panglima yang diusulkan presiden bakal diumumkan Ketua DPR Puan Maharani. Usai menerima supres, lanjutnya, Komisi I akan menjadwalkan fit and proper test. Namun, belum bisa dipastikan waktunya.
Sebagai informasi, Panglima TNI Yudo Margono akan berusia 58 tahun pada akhir November 2023 mendatang. Berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI), dijelaskan bahwa prajurit melaksanakan dinas keprajuritan sampai usia paling tinggi 58 tahun bagi perwira dan 53 tahun bagi bintara/tamtama.
Dalam UU yang sama, disebutkan bahwa jabatan panglima dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.
Sejumlah pengamat berpendapat, salah satu yang berpeluang besar menjadi Panglima TNI adalah KSAD yang baru dilantik Jenderal Agus Subiyanto. Jika terwujud, maka Agus Subiyanto merupakan Perwira Tinggi TNI AD dengan karier militer tercepat menjadi Panglima TNI.
Agus Subiyanto dilantik Presiden Jokowi sebagai KSAD pada Rabu lalu (25/10). Sebelum menjadi orang nomor satu di TNI AD, Agus Subiyanto menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Ia kahir di Cimahi, Jawa Barat pada 5 Agustus 1967. Putra pasangan Serka (Purn) Deddy Unadi dan Cicih ini mengenyam pendidikan SDN di Cimahi, SMPN 2 Cimahi, dan SMAN 13 Bandung. Selepas SMA, Agus Subiyanto melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada 1991 dan mengikuti Kursus Dasar Kecabangan (Sussarcab) Infanteri Kopassus.
Agus Subiyanto mengawali karier militernya sebagai Kasiops Sektor A di Timor Timur, kemudian menjadi Danyon 22 Grup 2 Kopassus, hingga menjadi Kepala Penerangan Kopassus. Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai Danpaspampres 2020-2021. Selepas tugas di lingkaran Istana, Agus mendapat jabatan strategis menjadi Pangdam III/Siliwangi hingga Wakil KSAD. Puncaknya, Agus Subiyanto diangkat menjadi KSAD.
Selama meniti kariernya di militer, Agus Subiyanto juga pernah diterjunkan ke medan operasi saat Operasi Seroja dan Operasi Tinombala. (kcm)
