Problema Sosial Cenderung Sekadar Dibicarakan?

H. Adi Bermasa (Wartawan Senior)

SANGAT menarik kupasan Ketua DPRD Sumbar Supardi tentang problema sosial terkini, seperti diberitakan KORAN PADANG via rubrik pariwara terbitan Senin (4/9) di halaman 6.

Dari judul pariwara tersebut terkesan problema sosial seakan ‘mengalir’ begitu saja, tanpa ada yang memperhatikan. Itu pula sebabnya, Supardi sangat berharap kepekaan tokoh masyarakat tampil maksimal mengatasi problema tersebut.

Sebenarnya, peran pemerintah sudah luar biasa dalam mengatasi problema sosial. Kita ada kementerian khusus dengan anggaran yang cukup banyak, sekaligus jajaran pegawainya bersama relawan sosial yang mungkin jumlahnya jutaan orang di negeri ini.

Kita bersyukur, Indonesia punya lembaga khusus menangani problema sosial. Begitu pula peran masyarakat yang sukarela berpartisipasi secara aktif sungguh luar biasa. Sebutlah Karang Taruna hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Ada juga pekerja sosial yang dimiliki lembaga kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, NU, dan lembaga lainnya seperti partai politik yang punya pekerja sosial atau relawan.

Boleh jadi, Indonesia termasuk negara dengan pekerja sosial terbanyak di dunia. Itu belum personel peran TNI, Polri, Satpol PP, dan instansi lainnya yang ikut berperan dalam mengatasi problema sosial di negeri ini, terutama ketika terjadi situasi darurat seperti bencana dan musibah.

Bahkan, perantau Minang dimanapun berada pasti tampil atau ‘sato sakaki’ dalam mengatasi problema sosial yang tiba-tiba melanda negeri ini. Artinya, kita di Indonesia termasuk di Sumbar tidak kekurangan tenaga sosial maupun orang-ortang dengan jiwa sosial tinggi.

Kementerian Sosial hingga jajarannya di dinas provinsi maupun kabupaten/kota tentu mengakui peran aktif banyak lembaga yang ikut andil dalam mengatasi problema sosial, bahkan tanpa diminta sekalipun. Tak perlu ada keraguan dalam mengatasi problema sosial yang datang tak terduga memporakporandakan negeri ini.

Begitu besarnya peran warga Sumbar di luar daerah, termasuk organisasi perantau, begitu juga warga non-Sumbar dengan beragam atribut kelembagaannya. Maka, sudahkah lembaga resmi termasuk organisasi sosial daerah ini mengucapkan terimakasih pada yang bersangkutan atas perhatiannya dalam mengatasi problema sosial, termasuk saat bencana menimpa daerah ini?

Dalam suasana ‘bakalibuik’, bersamaan dengan mengalirnya bantuan dari berbagai penjuru, kita pantas mengucapkan terimakasih tertulis pada mereka yang berpartisipasi saat air mata duka masih membasahi wajah-wajah penerima bantuan.

Bagaimanapun juga, apa yang dikemukakan Ketua DPRD Sumbar Supardi bersama Kepala Dinas Sosial Arry Yuswandi jelas suatu masukan dan pemikiran positif. Yang penting, kebersamaan yang maksimal pantas terus dilakukan dalam mengatasi musibah yang datang tiba-tiba. Sistem rutinitas sudah saatnya diperbarui sesuai dengan perkembangan dan kemajuan yang terus berlangsung.

Tentunya, peran lembaga dan relawan sosial itu juga sangat dibutuhkan tak hanya saat terjadi bencana mendadak, namun juga dalam mengatasi problema sosial sehari-hari. *

Related posts

Rayakan Idul Fitri dengan Gembira dan Penuh Syukur

Jalan Permindo, Kawasan Nyaman yang Harus Dipertahankan

Ironi yang Menyayat Hati