PADANG, KP – Belasan masyarakat yang berasal dari beberapa negara di Kepulauan Karibia (Amerika Tengah) mengikuti pelatihan pengolahan kelapa yang digagas oleh Politeknik ATI Padang, dari tanggal 21 Mei hingga 5 Juni.
Direktur Politeknik ATI Padang, Dr. Ester Edwar, dalam gala dinner di Aula Gubernuran, Senin (20/5) mengatakan, ada 19 peserta yang ambil bagian dalam pelatihan ini.
Pelatihan tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian (BPSDMI Kemenperin).
Para peserta tersebut berasal dari beberapa negara seperti Karibia, Kuba, San Juan, hingga Barbados.
“Para peserta akan belajar diversifikasi produk olahan kelapa dan proses pembuatannya. Tentunya, yang mengajar adalah dosen-dosen Politeknik ATI Padang,” katanya.
Dia mengatakanm, pendanaan pelatihan ini merupakan hibah dari Republik Indonesia untuk negara-negara Karibia.
Pelatihan pengolahan kelapa ini merupakan bantuan dari pemerintah untuk negara-negara sahabat, termasuk yang berada di Amerika Tengah. Politeknik ATI Padang memiliki spesialisasi di industri agro, sehingga kelapa menjadi objek pelatihan.
“Masyarakat Karibia akan belajar tentang Coconut Oil (CCO) hingga nata de coco,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPSDMI Kemenperin, Masrokhan, mengatakan bahwa Kemenperin menyadari pentingnya peran Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mewujudkan industri yang tangguh dan berdaya saing. Oleh karena itu, pengembangan program-program pendidikan dan pelatihan vokasi penting untuk dilaksanakan.
Dia menyebut, bahwa Politeknik ATI Padang memiliki dua program yang sedang dikerjasamakan dengan Kementerian Keuangan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI).
“Program ini adalah bentuk komitmen Kementerian Perindustrian dalam mengembangkan industri nasional melalui penyediaan SDM industri yang kompeten dan sekaligus berbagi pengalaman serta kemampuan kepada negara sahabat dalam memperkuat peran Indonesia di kancah global,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, mengatakan bahwa Sumatera Barat merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di Indonesia. Sumbar juga memiliki teknologi unik dalam memanen kelapa, yaitu menggunakan beruk. Banyak keunikan di Sumbar, dan diharapkan teman-teman dari Kepulauan Karibia di Benua Amerika Tengah dapat menceritakan apa yang mereka temui di Sumbar, termasuk keindahan alam, keramahan, hingga keunikan budaya. (fai/nda)
