PERANCANGAN DAN PEMBUATAN CONDENSER UNTUK DESTILASI AIR MURNI
DESIGN AND MANUFACTURE OF CONDENSER FOR PURE WATER DISTILLATION
Mukhsal Mina, Dr. Sepannur Bandri, S.T.,M.T, Anggun Anugrah, S.T.,M.SEE , Andi M. Nur Putra, S.T., M.T ,
Yusreni Warmi, M.T, Dr.Eng.
Prodi Teknik Elektro Sarjana, Fakultas Teknik, Institut Teknologi Padang
mukhsalmina47@gmail.com, sepannurbandria@yahoo.com , anggunanugrah@gmail.com,
andimnurputra@gmail.com mnnaf i@yahoo.com,
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memproduksi sebuah condenser destilasi air murni yang lengkap dengan sistem pendingin nya. Air murni atau air destilasi adalah komponen penting dalam berbagai industri, laboratorium, dan aplikasi teknik. Proses destilasi air murni memerlukan condenser yang efisien untuk mengembalikan uap air menjadi cairan. Condenser yang baik dapat meningkatkan kualitas air murni dan mengurangi biaya energi. Penelitian ini mencakup perancangan condenser berkualitas tinggi yang memperhitungkan efisiensi perpindahan panas dan pengurangan tekanan dalam sistem. Selain itu,pada penelitian ini penulis mengembangkan sistem pendingin yang efisien dengan pemilihan komponen optimal. Kualitas air murni yang dihasilkan dievaluasi dengan tingkat kemurnian yang tinggi dan kontaminasi yang minimal. Hasil pengujian eksperimental menunjukkan bahwa condenser yang dirancang mampu meningkatkan efisiensi energi dalam proses destilasi, dengan pengurangan biaya energi yang signifikan. Penelitian ini juga menghasilkan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi konsumsi energi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan teknologi destilasi air murni yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Condenser yang dirancang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan laboratorium untuk memproduksi air murni berkualitas tinggi secara efektif.
Kata kunci : Destilasi, condenser, heater, air, efisien.
Abstract
This research aims to design and produce a pure water distillation condenser complete with a cooling system. Purified or distilled water is an important component in a variety of industrial,laboratory, and engineering applications. The pure water distillation process requires an efficient condenser to return water vapor into a liquid. A good condenser can improve the quality of pure water and reduce energy costs. This research includes the design of a high-quality condenser that takes into account the efficiency of heat transfer and pressure reduction in the system. Inaddition, in this study the author developed an efficient cooling system with optimal component selection. The quality of the purified water produced is evaluated with a high level of purity and minimal contamination. The results of experimental testing showed that the designed condenser was able to improve energy efficiency in the distillation process, with a significant reduction in energy costs. The research also makes a positive contribution to environmental sustainability by reducing energy consumption. Thus, this research provides the basis for the development of more efficient and environmentally friendly pure water distillation technologies. Designed condensers can be used in a variety of industrial and laboratory applications to effectively produce high-quality pure water.
Keywords: Distillation, condenser, heater, water, efficient.
I. Pendahuluan
Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting dan kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari (Firmansyah 2016). Air bersih dapat dijumpai dengan mudah di alam, misalnya sebagai air tanah, air sumur, dan air dari mata air pegunungan. Air yang terdapat di alam pada umumnya tidak murni lagi, karena telah melarutkan banyak elemen, misalnya gas-gas yang terdapat di udara, dan mineral-mineral yang terdapat pada tanah dan bantuan yang dilewatinya. Air merupakan komponen penting bagi kehidupan di bumi dan merupakan sumber daya yang berharga peradaban manusia (Cerveira, de Magalhães, and de S. Antunes 2021). Sangat mendasar pentingnya melaksanakan penyediaan air bersih di daerah yang terkena dampak, khususnya di negara-negara berkembang, dimana infrastruktur air dan air limbah seringkali tidak ada. Ada beberapa cara untuk bisa memperoleh air bersih yaitu dengan metode perebusan, penyaringan, penyulingan dan lainnya. Proses destilasi merupakan salah satu metode yang cukup efektif untuk bisa memproduksi air layak konsumsi yang bebas dari kuman, bakteri, dan kontaminan padat kecil. Prinsip kerja destilasi pada dasarnya untuk menguapkan air dengan cara pemanasan menggunakan heater, kemudian didinginkan menggunakan condenser untuk mendapatkan air murni. Air murni atau air destilasi merupakan salah satu komponen penting dalam berbagai industri, termasuk industri farmasi, laboratorium kimia, industri elektronik, serta dalam berbagai aplikasi laboratorium dan proses teknik. Proses destilasi adalah salah satu metode yang paling umum digunakan untuk menghasilkan air murni dengan menghilangkan kontaminan dan ion-ion yang tidak diinginkan dari air biasa.
Dalam proses destilasi air murni, salah satu komponen kunci yang digunakan adalah condenser. Condenser adalah alat yang digunakan untuk mengembalikan uap air yang telah menguap menjadi cairan dalam sistem destilasi. Penggunaan condenser yang efisien sangat penting dalam proses destilasi untuk memastikan bahwa air murni yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi.
Oleh karena itu, penelitian ini akan fokus pada perancangan dan pembuatan destilasi air murni yang lengkap dengan sistem pendingin yang efisien. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah sistem condenser yang mampu meningkatkan efisiensi proses destilasi air murni, sehingga menghasilkan air murni dengan kualitas yang lebih tinggi dan mengurangi biaya energi yang dibutuhkan. Selain itu, dengan meningkatnya kebutuhan akan air murni dalam berbagai aplikasi industri dan laboratorium, perancangan condenser yang lebih efisien juga dapat membantu dalam mengurangi dampak lingkungan melalui penggunaan energi yang lebih hemat. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki relevansi yang besar dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan industri saat ini.
Melalui perancangan dan pembuatan condenser destilasi air murni yang lebih efisien ini, diharapkan akan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi air murni, serta memenuhi kebutuhan industri dan laboratorium yang semakin meningkat.
II. Metode Penelitian
Untuk mengumpulkan data-data dalam penelitian ini yang berbasis eksperimen, penulis akan mengumpulkan data dengan menggunakan metode time–series. Time series adalah metode mengurutkan nilai variabel pada interval waktu yang sama atau dikenal dengan tren. Metode ini dilakukan menggunakan pola. Nantinya, pola yang didapat akan dipakai untuk memperkirakan besarnya pengaruh objek yang diteliti terhadap sistem yang sedang dikaji dalam pnelitian ini.
III. Landasan Teori
A. Definisi Destilasi
1.1 Pengertian
Destilasi atau penyulingan merupakan suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan campuran zat dididihkan sehingga menguap, kemudian uap tersebut didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa, penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya.
1.2. Prinsip Kerja Destilasi
Destilasi atau penyulingan adalah proses pemisahan campuran zat cair yang didasarkan pada perbedaan titik didih zat (Soebyakto 2013). Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Destilasi adalah suatu metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan tingkat volalitas (kemudahan suatu zat untuk menguap) pada suhu dan tekanan tertentu. Destilasi merupakan proses fisika dan tidak terjadi adanya reaksi kimia selama proses berlangsung. Dasar utama pemisahan dengan cara destilasi adalah perbedaan titik didih cairan pada tekanan tertentu. Destilasi atau penyulingan air yaitu dengan menghilangkan lebih dari 99,9% kontaminan, termasuk bahan kimia, logam berat, mikroorganisme dan sedimen. Alat yang dibutuhkan untuk melakukan proses distilasi disebut distilator (Kenang et al. 2023). Air suling dibuat murni dengan air dipanaskan terlebih dahulu hingga menguap, sehingga semua kotoran tertinggal. Kemudian, uap air tersebut terkondensasi dan prosesnya menghasilkan air dalam bentuk paling murni. Distilasi adalah satu-satunya metode pemurnian air yang paling efektif. Meskipun desain dari penyulingan bervariasi, namun penyulingan pada umumnya terdiri dari ruang didih, sistem pendingin, dan penyimpanan terpisah tangki (Campbell 2023). Destilasi adalah sala satu proses yang paling umum dilakukan di industry kimia (Dudret, Ammouri, dan Rouchon 2013).

Gambar 2.1 Proses Distilasi (Campbell 2023)
1.3. Condenser (Pendingin)
Kondensasi adalah proses pelepasan kalor dari suatu sistem yang menyebabkan uap (vapor) berubah menjadi cair (liquid). Dalam proses merubah gas menjadi cair dapat dilakukan dengan cara menaikan tekanannya atau dengan menurunkan temperaturnya. Destilasi adalah cara pemisahan zat cair dari campurannya berdasarkan perbedaan titik didih atau berdasarkan kemapuan zat untuk menguap. Dimana zat cair dipanaskan hingga titik didihnya, serta mengalirkan uap ke dalam alat pendingin (kondensor) dan mengumpulkan hasil pengembunan sebagai zat cair (Setiawan 2018). Kondensor merupakan suatu perlengkapan utama dalam penyulingan. Ukuran dan bentuk kondensor dapat bermacam-macam. Kondensor berfungsi untuk mengubah seluruh uap menjadi fase cair. Cairan yang dikehendaki dididihkan hingga menguap kemudian uap diembunkan melalui kondensor, sehingga uap mencair kembali (Khotimah, Anggraeni, and Setianingsih 2018). Kondensor yang paling umum digunakan adalah kondensor berpilin. Pipa berpilin dimasukan ke dalam tangki berisi air pendingin yang mengalir secara konstan.

Gambar 2.2 Panci Pendingin (condenser)
1.4 Tahapan Penelitiaan

Gambar 3.1 Diagram alir Penelitian
IV. Hasildan Pembahasan
4.1 Tabel Data Suhu Condenser
Tabel 4. 1 Suhu Condenser


Table 4.1 di atas merupakan data suhu yang direkam oleh sensor thermocouple secara real-time selama satu jam. Dimana data yang direkam yaitu data suhu setiap 5 menit. Pengambilan data dilakukan dari jam 17.35 sampai 18.45 WIB. Dimana suhu awal pada distilasi yaitu sebesar 31C. Kemudian terjadi penurunan suhu karena adanya pendingin pada alat oleh condenser, sehingga penurunan suhu yang terukur setelah satu jam yaitu sebesar 20,35 C.
Pada gambar 4.1 di atas merupakan grafik suhu pada condenser alat distilasi air. Data yang ditampilkan berupa grafik suhu terhadap waktu yang terekam oleh sensor thermocouple. Pada gambar di atas terlihat nilai suhu yang terekam selama satu jam. Pada data tersebut terdapat perubahan suhu yang terjadi selama satu jam. Suhu yang diamati yaitu suhu pada alat setiap 10 menit. Dimana pada waktu 0 menit suhu yang terbaca sebesar 310 C, pada menit ke 10 suhunya yaitu 29,750 C, menit ke 20 suhu yang terbaca yaitu 28,50 C, menit ke 30 yaitu 28,120 C, menit ke 40 yaitu 26,310 C, menit ke 50 sebesar 24,450 C, dan pada menit ke 60 yaitu 20,350 C. Dapat terlihat pada data tersebut terjadinya penurunan suhu yang terjadi setiap kenaikan waktu, hal tersebut disebabkan oleh sistem pendingin (condenser) yang digunakan pada alat menggunakan komponen peltier untuk merubah uap menjadi air.
Data suhu di atas merupakan pengambilan data sensor thermoucaple dengan arduino uno yang dilaksanakan pada tanggal 1 oktober 2023. Untuk suhu tertinggi terjadi pada menit 0 sebesar 310C yang merupakan suhu sebelum terjadinya pendinginan. Sedangkan suhu terendah yaitu pada menit ke 60 sebesar 20,350 C yang merupakan suhu setelah terjadinya pendinginan selama satu jam pada alat condenser.
Untuk mengetahui nilai rata-rata dapat dihitung dengan menjumlahkan banyaknya pengukuran yang di lakukan pada menit 0 – 60 ,yang mana pengukuran itu di lakukan 1 kali dalam 10 menit lalu di bagi dengan banyaknya waktu pengukuran sebanyak 8 kali. Berikut ini perhitungan nilai rata-rata suhu thermoucaple
Nilai suhu = 31 + 29,75 + 28,5 + 28,12 + 26,31 + 24,45 + 20,35 = 26,890C
Dari perhitungan rata-rata nilai suhu pada condenser didapatkan rata-ratanya yaitu sebesar 26,890C..
4.2 Hasil Data Pengukuran Tegangan dan Arus
Tabel 4. 2 Tegangan dan Arus Condenser
| Waktu | Tegangan (V) | Arus (A) |
|
0 |
12,07 |
3,75 |
|
10 |
12,07 |
3,79 |
|
20 |
12,07 |
3,7 |
|
30 |
12,06 |
3,72 |
|
40 |
12,06 |
3,81 |
|
50 |
12,06 |
3,9 |
|
60 |
12,06 |
3,92 |
Dari tabel 4.4 di atas ditunjukkan nilai tegangan dan arus pada condenser selama satu jam setiap 10 menit. Tegangan yang terukur pada alat pada menit 0 hingga menit ke 20 yaitu sebesar 12,07 Volt dan terjadi penurunan tegangan pada menit ke 30 hingga menit ke 60 yaitu sebesar 12,06 Volt. Tegangan dalam sistem dapat turun sesaat karena meningkatnya aliran arus untuk memenuhi kebutuhan beban yang lebih tinggi. Arus pada condenser juga diukur selama satu jam setiap 10 menit. Dapat dilihat pada tabel 4.4 di atas arus tertinggi yaitu terjadi pada menit ke 60yaitu sebesar 3,92 A. Sedangkan untuk arus terendah terjadi pada menit ke 20 yaitu sebesar 3,7 A.

Pada gambar 4.4 di atas menunjukkan perbandingan tegangan dan arus pada alat, dimana dapat dilihat pada grafik tegangan dan arus pada alat selama satu jam. Secara teori perbandingan nilai tegangan dengan arus yaitu sebanding atau berbanding lurus sesuai dengan hukum ohm yaitu seperti persamaan di bawah:
V= I x R
Dimana V adalah tegangan (V), I adalah arus (A), dan R adalah resistansi (Ω). Ketika nilai resistansi tidak berubah atau konstan maka perbandingan tegangan dengan arus akan berbanding lurus. Namun pada penelitian ini tegangan dan arus pada alat seperti yang ditunjukkan pada grafik dimana perbandingan tegangan dan arus pada alat yaitu berbanding terbalik, dapat dilihat pada grafik saat menit 0 tegangan yang terukur yaitu 12,07 Volt sedangkan untuk nilai arus sebesar 3,75 A. Pada menit ke 30 terjadinya penurunan tegangan sebesar 12,06 Volt, sementara pada arus terjadi kenaikan nilai yaitu sebesar 3,72 A. Hal tersebut disebabkan karena adanya pengaruh dari nilai resistansi yang tidak tetap pada rangakaian, beban pada rangkaian dan pengaruh dari sumber PLN.
V. Kesimpulan dan Saran
- Kesimpulan
Berdasarkan data yang didapatkan pada penelitian perancangan dan pembuatan condenser destilasi air murni lengkap dengan pendinginnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
- Dalam rangkaian penelitian ini, perancangan dan pembuatan condenser destilasi air murni lengkap dengan sistem pendinginnya telah berhasil direalisasikan dengan sukses, membuktikan keberhasilan konsep dan implementasi desain yang efektif dalam menghasilkan air murni dengan tingkat efisiensi yang tinggi.
- Dengantegangan yang dikonsumsi pada kondensor yang cukup rendah, yakni sekitar 12 Volt, rancangan alat berhasil menghasilkan solusi yang aman dan efisien untuk proses distilasi, dengan potensi penghematan energi yang signifikan.
2. Saran
Sebagai saran untuk pengembangan lebih lanjut, penelitian ini dapat diperluas dengan fokus pada pengoptimalan performa sistem pendingin pada condenser destilasi, serta eksplorasi berbagai teknologi terbaru yang dapat meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi air murni.
Saran untuk pengembangan lebih lanjut untuk melakukan uji coba dan perbandingan dengan berbagai jenis pendingin untuk condenser destilasi ini, serta mempertimbangkan integrasi teknologi sensor untuk pengawasan dan kontrol yang lebih canggih
Diperlukanpenelitian lanjutan yang dapat difokuskan pada pada aspek keberlanjutan, seperti penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan pemakaian bahan- bahan yang dapat didaur ulang dalam pembuatan alat ini.
VII. Referensi
Adani, Shabrina Iswari, and Yunita Ali Pujiastuti. “PengaruhSuhu Dan Waktu Operasi Pada Proses Destilasi Untuk Pengolahan Aquades Di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman.” Jurnal Chemurgy 1(1): 31.
Campbell, Brian. 2023. “What Are Water Distillers & How Do They Work ? How Does a Water Distiller.” : 1–8. Cerveira, Graziela Salvan, Jorge Lima de Magalhães, and Adelaide Maria de S. Antunes. 2021. “Trends in Membrane Distillation for Wastewater Treatment.” Journal of Environmental Protection 12(02): 106–24.
Dudret, Stephane, Fouad Ammouri, and Pierre Rouchon. 2013. “Input/Output Transfer Models of Binary Distillation Columns Derived from Convection-Diffusion Partial Differential Equations.” Proceedings of the IEEE Conference on Decision and Control: 6136–42.
El-Zanati, Elham, Maaly Khedr, Eman Farg, and Esraa Taha. 2021. “Development of Vacuum Multi-Effect Membrane Distillation System of Pilot‐scale for Water Desalination.” Desalination and Water Treatment 217: 22–30.
Engineering, Production, Production Engineering, and Corresponding Author. 1988. “Design and Fabrication of a Water Distiller 1.” : 169–74. Firmansyah, Fathoni. 2016. “Bandingandisol Dalam Menjerat Logam Berat Kadmium ( Cd ) Dan Bakteri Patogen.” 7(4): 16–25.
Kenang, Milkha N T et al. 2023. “AREN MENJADI ALKOHOL.” 9: 21–29.
Khotimah, Husnul, Erika Wulan Anggraeni, and Ari Setianingsih. 2018. “Karakterisasi Hasil Pengolahan Air Menggunakan Alat Destilasi.” Jurnal Chemurgy 1(2): 34. Leonidas, Emilios et al. 2022. “A Comparative Review of Thermocouple and Infrared Radiation Temperature Measurement Methods during the Machining of Metals.” Sensors 22(13): 1–23.
Pilomonu, Yusri Husin. 2017. “Analisa Distribusi dan Kehilangan Air PDAM Unit Telaga Kabupaten Gorontal.” 5(1): 1–9.
Setiawan, Tia. 2018. “Rancang Bangun Alat Destilasi Uap Bioetanol Dengan Bahan Baku Batang Pisang.” Jurnal Media Teknologi 4(2): 119–28.
Soebyakto, M. Agus Shidiq. 2013. “Analisis Destilasi Air Keruh Dengan Menggunakan Tenaga Surya Dan Tenaga Listrik.” Engineering 7(2): 14. http://e- journal.upstegal.ac.id/index.php/eng/issue/view/88.
Taqwa, Bayu Buana, Rosalina Rosalina, and Harry Ramza. 2020. “Perancangan Alat Proses Distilasi Air Laut Menggunakan Pemanas Elektrik.” Prosiding Seminar Nasional Teknoka 5(2502): 204–14.
Uwar, Nur Aini, and Erol Richard Soselissa. 2022. “Pengaruh Penggunaan Air Pendingin Kondensor Terhadap Hasil Destilasi Sampah Plastik Kapasitas 3 Kg.” ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur 3(1): 11–18.
WIBOWO, PRASETYO, and Dedi Ary Prasetya. “RancangBangun Data Logger Multi Kanal Terhubung IoT (Internet Of Things) Sebagai Pengukur Temperatur Dengan Sensor Thermocouple.” Emitor: Jurnal Teknik Elektro 21(2): 87–94.
