TANAH DATAR, KP — Tim dosen bersama mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pemanfaatakan potensi lokal ikan bilih, di Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan bertajuk ‘Bilih-Peduli: Inovasi Olahan Ikan Bilih sebagai Pangan Lokal melalui Sinergi BEM FIP UNP, TP PKK, dan Kelompok Nelayan untuk Pemulihan Ekonomi Keluarga serta Gizi Anak Usia Dini Pascabencana’ ini dilaksanakan pada 7 hingga 28 Februari 2026.
Ketua tim pengabdian, Dr. Vivi Anggraini, M.Pd, didampingi anggota Dr. Efni Cerya, M.Pd, dan Ezi Angraini, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendorong pemanfaatan potensi lokal ikan bilih sebagai solusi pemulihan ekonomi keluarga sekaligus peningkatan gizi anak pascabencana.
Menurutnya, kegiatan ini melibatkan mahasiswa BEM FIP KM Universitas Negeri Padang (UNP), tim pengabdian dosen, pemerintah nagari, TP PKK, serta masyarakat setempat.
Program diawali dengan KKN Berdampak yang dipimpin Gubernur Mahasiswa, Maulian Fadli, melalui pendampingan awal dan identifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan, khususnya ikan bilih sebagai bahan pangan bernilai ekonomi.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan ikan bilih kepada masyarakat, dengan menghadirkan narasumber Tia Novela, M.Pd, Mega Dwi Cahya Lestari, M.Pd, dan Adi Priyanto, S.E., M.Pd.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Padang Laweh, Akhyari Dt. Talarangan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat yang dinilai mampu mempercepat pemulihan ekonomi keluarga serta meningkatkan gizi anak pascabencana.
Dukungan juga datang dari Ketua LPPM UNP, Prof. Dr. Anton Komaini, M.Pd, yang melakukan kunjungan langsung ke lokasi kegiatan.
Ia menilai sinergi antara tim pengabdian, mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mengoptimalkan potensi lokal untuk pemulihan ekonomi dan peningkatan gizi anak.
Kehadirannya turut meningkatkan motivasi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Pada tahap pelaksanaan, pelatihan dipandu oleh Ezi Angraini, M.Pd, dosen Jurusan Tata Boga UNP. Peserta mempraktikkan pembuatan berbagai olahan kekinian berbahan dasar ikan bilih, seperti siomay, nugget, dan dimsum.

Peserta pelatihan bersama tim pengabdian Universitas Negeri Padang memperlihatkan hasil olahan ikan bilih berupa siomay, nugget, dan dimsum di Nagari Padang Laweh Malalo, Kabupaten Tanah Datar.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama praktik hingga menghasilkan produk inovatif yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumah tangga.
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, tim pengabdian menyerahkan bantuan alat masak kepada ibu-ibu PKK.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas produksi olahan ikan bilih agar terus berlanjut dan berkembang di tengah masyarakat.
Adapun capaian kegiatan ini meliputi terlaksananya pelatihan pengolahan ikan bilih kepada ibu-ibu PKK Nagari Padang Laweh, meningkatnya pengetahuan peserta terkait trauma healing serta pentingnya makanan bergizi bagi anak, serta kemampuan peserta dalam mengolah ikan bilih menjadi produk inovatif seperti siomay, nugget, dan dimsum.
Selain itu, penyerahan bantuan alat masak menjadi langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan program sebagai bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat dan peningkatan gizi anak.
Melalui sinergi antara mahasiswa, tim pengabdian, pemerintah nagari, dan masyarakat, program ‘Bilih-Peduli’ diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis potensi lokal yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak usia dini pascabencana. (ak/*)
