Home » Pintar Ngoding, 100 Siswa Berbakat Unjuk Kebolehan

Pintar Ngoding, 100 Siswa Berbakat Unjuk Kebolehan

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Pemerintah Kota Padang mulai memanen bibit talenta digital muda melalui babak final Coding Competition tingkat SD dan SMP se-Kota Padang yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Jumat (30/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi membangun sumber daya manusia menuju Padang Smart City.

Kompetisi tersebut merupakan puncak program kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang dengan Ruang Guru yang telah diinisiasi sejak Februari. Program ini masuk dalam Program Unggulan Wali Kota Padang di bidang penguatan literasi digital pelajar.

Asisten I Setda Kota Padang, Tarmizi Ismail, yang hadir mewakili Wali Kota, menegaskan bahwa kompetisi ini tidak sekadar ajang lomba, tetapi upaya sistematis menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.

“Pemerintah berkomitmen membangun kota pintar melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kompetisi ini menjadi sarana untuk mencari dan mengasah bibit muda agar siap bersaing di tingkat global,” ujar Tarmizi.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan etika. “Meski menguasai coding, siswa tidak boleh melupakan jati diri serta adat istiadat Minangkabau,” katanya.

Menurutnya, program pelatihan dan kompetisi coding diharapkan dapat direplikasi ke sekolah lain. Guru-guru yang telah mendapatkan pelatihan didorong untuk terus mengintegrasikan pembelajaran digital dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Tarmizi juga berpesan kepada para peserta agar menjadikan kompetisi ini sebagai awal perjalanan di dunia digital. “Bagi yang meraih prestasi, tetap rendah hati. Bagi yang belum, terus belajar karena masa depan digital baru saja dimulai,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Nurfitri, menjelaskan bahwa program pelatihan coding ini melibatkan 61 sekolah dengan total 1.545 siswa.

Selain siswa, kata dia, program tersebut juga memperkuat ekosistem digital sekolah melalui pelatihan terhadap 150 guru penggerak digital dalam 15 sesi pelatihan intensif. “Dari seluruh peserta, terpilih 100 karya terbaik yang masuk babak final, terdiri dari 50 karya tingkat SD dan 50 karya tingkat SMP. Ini menunjukkan anak-anak Kota Padang sudah mampu menguasai teknologi sejak usia dini,” ujar Nurfitri. (mas)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?