Gempa M 5,7 Berasosiasi dengan Sesar Mentawai

Pusat gempa Magnitudo 5,7 yang mengguncang Sumbar, Senin pagi (5/2) sekitar pukul 07.52 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 2,20° LS ; 100,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 km arah Tenggara Tuapejat, Mentawai, pada kedalaman 34 km.

PADANG, KP – Gempa Magnitudo 5,7 mengguncang Sumbar, Senin pagi (5/2) sekitar pukul 07.52 WIB dengan getaran cukup kuat dan dirasakan di sejumlah daerah.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) melaporkan, episentrum gempa berada di wilayah pantai Timur Laut Kepulauan Mentawai. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,20° LS ; 100,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 Km arah Tenggara Tuapejat, Mentawai, pada kedalaman 34 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang berasosiasi dengan  struktur sesar Mentawai. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan oblique turun ( oblique normal-fault).

Ditambahkannya, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Mentawai, Padang, Agam, Padang Pariaman dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Pesisir Selatan, Padang Panjang, Bukit Tinggi dengan skala intensitas II MMI. (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

“Hingga pukul 08.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” ungkap Daryono melalui rilis resmi BMKG.

BMKG merekomendasikan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Sementara, Kalaksa BPBD Sumbar Rudy Rinaldi menyebut belum ada laporan kerusakan akibat gempa yang cukup kuat tersebut. Namun, berdasarkan informasi dari BMKG tidak berpotensi tsunami.Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada pada potensi bencana gempa bumi ,karena Sumbar memiliki banyak potensi bencana, bahkan sempat disebut sebagai super market bencana.

“Penting untuk tetap waspada guna meminimalisasi potensi korban,” ujarnya. (ant/lgm)

Sumber: Antara/Langgam

Related posts

Dua Rumah Terbakar, Petugas Damkar Pingsan Tersengat Listrik

Lansia Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Bukittinggi

Blackout Sumatera Picu Kebakaran di Padang, Lilin Diduga Jadi Pemicu