Kecewa Atas Sikap KAN, Warga Segel SD

LIMAPULUH KOTA, KP – Kecewa dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, warga dari Suku Piliang Dt. Tumangguang Nan Gomok mengaku sebagai pemilik lahan yang di atasnya berdiri Sekolah Dasar (SD) Negeri 05 Taram, melakukan penyegelan terhadap lembaga pendidikan tingkat dasar itu.

Akibat penyegelan itu, Proses Belajar Mengajar (PBM) terpaksa dipindahkan ke musala yang tidak jauh dari sekolah yang berada di Jorong Sipatai tersebut.

Pantauan KORAN PADANG, terlihat sebuah kunci dililitkan ke pagar utama pintu masuk sekolah, sehingga murid dan guru tidak bisa masuk. Kondisi tersebut telah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Yolanda Menek Dt. Tumangguang Nan Gomok kepada wartawan membenarkan aksi penyegelan sekolah itu dilakukan pihaknya atau kaum Suku Piliang. Hal itu terpaksa mereka lakukan karena kaum Suku Piliang kecewa terhadap KAN yang tidak memperlakukan kaum mereka layaknya kaum lainnya di nagari tersebut.

“Kami sebetulnya tidak ada masalah dengan Dinas Pendidikan atau dengan Pemkab Limapuluh Kita. Pihak kaum kami bermasalah dengan KAN Nagari Taram. Selama delapan tahun kaum kami tidak diperlakukan sama dengan kaum lainnya,” kata Yolanda Menek Dt. Tumangguang Nan Gomok, Jumat (1/12).

Lebih lanjut dikatakannya, kaumnya terkesan seperti diabaikan dan tidak dilibatkan seperti kaum lainnya.

“Kami seperti dibuang sepanjang adat, indak dibaok sahilia samudiak, tanpa kami tahu apa kesalahan kami,” ucapnya.

Meski sebelumnya pernah ada pertemuan dengan Walinagari dan KAN Taram, namun menurut Yolanda Menek, tidak ada penyelesaian terkait permasalahan atas tidak dilibatkannya kaumnnya seperti kaum lainnya.

“Pertemuan dengan walinagari dan KAN sudah pernah dilakukan, namun tidak diberikan jawaban kenapa kami tidak diperlakukan sama dengan kaum lainnya. Kami hanya meminta hak dan keadilan,” tegasnya.

Menurutnya, penyegelan sekolah yang dilakukan bukanlah harga mati. Pihaknya juga merasa kasihan dengan murid sekolah dasar, apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan ujian sekolah. Untuk itu, ia berharap persoalan yang dikeluhkan kaumnya bisa segera diselesaikan.

“Kami juga merasa kasihan dengan murid sekolah dasar, apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan ujian sekolah. Untuk itu kami berharap persoalan yang kami keluhkan bisa segera diselesaikan, sehingga sekolah bisa segera kami buka kembali. Penyegelan ini kami lakukan semata-mata sebagai bentuk kekecewaan terhadap KAN dan pemerintahan nagari,” tutupnya. (dst)

Related posts

Lembah Anai Kembali Makan Korban: Travel Avanza Terjun ke Jurang, 7 Orang Luka-luka

Satu Rumah di Seberang Palinggam Terbakar, Damkar Berhasil Cegah Api Meluas

Banjir dan Longsor Terjang Pasaman: Satu Orang Tewas, Ratusan KK Terisolasi