LIMAPULUH KOTA, KP – Seorang warga Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, dilaporkan hilang terseret arus sungai pada Senin sore (13/1). Korban berinisial H (60 tahun) hilang saat perjalanan pulang dari ladang bersama dua rekannya.
Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota, Yudi Riva menjelaskan, laporan kejadian diterima pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota.
“Kejadian bermula saat korban dan dua rekannya pulang dari ladang. Debit air sungai yang tinggi menyebabkan mereka terseret arus. Dua orang berhasil selamat, namun korban H hilang,” jelas Yudi, Selasa (14/1).
Diperkirakan kejadian terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah menerima laporan, tim Basarnas langsung berkoordinasi dengan wali nagari dan masyarakat setempat untuk mempersiapkan pencarian. Operasi pencarian resmi dimulai Selasa pagi (14/10 dengan melibatkan tim SAR gabungan.
Tim pencari dibagi menjadi tiga kelompok, dua tim melakukan penyisiran darat di sisi kiri dan kanan sungai, sedangkan satu tim menyusuri aliran sungai.
“Fokus pencarian hari pertama berada di sekitar lokasi awal kejadian dan diperluas hingga 2 kilometer ke arah hilir sungai,” ungkap Yudi.
Kendati demikian, debit air yang tinggi akibat intensitas hujan dan kondisi air sungai yang keruh menjadi tantangan tersendiri dalam pencarian. “Sesuai SOP Basarnas, pencarian akan dilakukan selama tujuh hari ke depan,” ujar Yudi. (dst)
