Anies-Cak Imin Siap Daftar Pertama ke KPU

Anies-Cak Imin

JAKARTA, KP – Bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan resmi menggandeng Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai bakal calon wakil presidennya. Pasangan ini melangsungkan deklarasi di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9).

Acara diawali dengan pidato Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Usai berpidato, Surya Paloh mengucapkan selamat dan merangkul Anies serta Muhaimin.

“Ketika KPU membuka pendaftaran capres dan cawapres, Insya Allah pasangan ini yang akan mendaftar pertama,” kata Surya Paloh.

Ia juga memuji keduanya sebagai tokoh yang saling melengkapi. Anies adalah cendekiawan, sedangkan Muhaimin berpengalaman dalam organisasi.

“Keduanya bagaikan botol dan tutupnya,” kata Surya Paloh.

Sedangkan Muhaimin mengaku sudah mengenal Anies sejak lama. Keduanya sama-sama berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan terlibat dalam kegiatan aktivisme.

Ia juga mengaku telah mendapat pesan dari seorang kiai senior sejak 2021 untuk berpasangan dengan Anies. Oleh sebab itu, Muhaimin bersyukur hal tersebut bisa terealisasi.

“Kita akan mendedikasikan perjuangan untuk bangsa yang jaya, adil, makmur, dan sejahtera,” katanya.

Sedangkan Anies berharap kehadiran Muhaimin dan PKB bisa memberikan warna baru dalam Koalisi Perubahan. Ia menyebut koalisi ini melambangkan kombinasi nasionalis dan religius.

“Insya Allah kami semakin solid dan kuat,” katanya.

Deklarasi Anies-Cak Imin itu tak dihadiri Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Akhmad Syaikhu. PKS merupakan partai yang sejak awal mengusung Anies sebagai bacapres. PKS hanya mengirimkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aboe Bakar Al Habsyi untuk menghadiri deklarasi itu.

Aboe juga menjanjikan PKS tetap satu barisan dengan Nasdem untuk mendukung Anies.

“Alhamdulillah, kita tetap bersama Anies dan koalisi,” katanya.

Sebelumnya, Partai Demokrat resmi mencabut dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai capres dalam Pilpres 2024. Keputusan itu merupakan buntut dari ‘perjodohan’ Anies dan Muhaimin. Partai Demokrat menyebut perjodohan tersebut sebagai langkah sepihak yang diputuskan Surya Paloh.

“Kami telah ditikung dan ditinggalkan,” kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Partai Demokrat juga menyatakan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang diisi oleh Partai NasDem dan PKS.

 

TANGGAPAN PDIP

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani memberi selamat kepada Anies Baswedan dan Cak Imin yang telah mendeklarasikan diri sebagai pasangan bakal capres dan cawapres.

Puan juga berbicara soal kemungkinan kerjasama PDIP dengan Partai Demokrat yang keluar dari koalisi pendukung Anies.

Terkait manuver Anies bersama Partai NasDem yang seolah meninggalkan Demokrat dengan memutuskan Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden, Puan mengatakan itu merupakan dinamika politik pada kontestasi Pemilu.

“Semua partai pasti punya strateginya masing-masing,” kata Puan dalam keterangan resminya dikutip Minggu (3/9).

Dengan keluarnya Demokrat dari Koalisi Perubahan pendukung Anies Baswedan, Puan mengatakan PDIP siap menjajaki kemungkinan kerjasama. Apalagi, menurutnya, komunikasi antara PDIP dengan Demokrat cukup baik.

Puan pun meyakini koalisi pendukung bakal capres dari PDIP, Ganjar Pranowo akan tetap solid. Khususnya PPP yang telah berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan PDIP.

Munculnya poros baru pasangan Anies-Cak Imin juga membuat PDIP mempertimbangkan kembali bakal cawapres pendamping Ganjar di Pilpres 2024 mengingat sebelumnya Cak Imin masuk dalam radar PDIP. Puan mengatakan pihaknya akan melakukan pengkajian ulang.

Lantas kapan PDIP akan mengumumkan bakal cawapres pendamping Ganjar? “Secepatnya,” kata Puan.

 

TAK ADA LARA BAGI PRABOWO

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan tak ada rasa sedih atau lara usai PKB cabut dari koalisi pendukungnya. Dia mengatakan tak ada lara dalam demokrasi.

“Demokrasi itu nggak ada lara-laraan, demokrasi adalah suatu proses diskusi, bertemu, kadang-kadang berpisah, ya, santai saja, kita berbuat yang baik untuk rakyat,” ujar Prabowo, saat menghadiri deklarasi dukungan dari Partai Gelora terhadap dirinya di Djakarta Theater, Sabtu (2/9).

Prabowo juga sempat mengungkit ketika dirinya berkumpul dengan partai-partai pendukungnya. Dia mengatakan saat itu masih ada PKB yang ikut ngumpul bareng. Prabowo pun meyakini PKB akan kembali bersama pendukungnya. Prabowo menganggap semua partai dan pihak sebagai saudaranya.

Prabowo juga mengaku tak masalah Pilpres 2024 diikuti banyak pasangan calon. Prabowo menekankan rakyat yang akan menentukan.

“Tidak masalah mau satu pasang, dua pasang, tiga pasang, empat pasang. Yang penting rakyat yang menilai, rakyat yang beri keputusan, kita hormati keputusan rakyat,” ujarnya. (kdc)

Related posts

PKB Sumbar Mulai Panaskan Mesin Partai

Varel Oriano Serap Aspirasi Petani Sawit Dharmasraya

Sumbar Butuh 200 Kantong Darah per Hari, Gerindra Ajak Semua Unsur Rutin Donor Darah