PADANG, KP – Suhu udara di Kota Padang terbilang panas sejak beberapa waktu belakangan ini. Akibatnya, intensitas kasus kebakaran ikut meningkat.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Payan, Senin (4/9). Menurutnya, dalam sepekan ini telah terjadi lima kejadian kebakaran di daerah kerjanya.
“Iya, suhu udara yang panas cukup berpengaruh terhadap intensitas kebakaran,” ujarnya.
Data terakhir yang diperoleh, kebakaran terjadi di Jalan Alai Barat, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Senin (4/9) sekira pukul 11.33 WIB. Dalam kejadian itu, dua unit rumah terbakar hebat. Akibatnya, dua KK kehilangan tempat tinggal dengan kerugian materil ditaksir Rp300 juta.
“Suhu udara yang panas membuat seluruh konsen atau kayu penahan bangunan yang terbuat dari kayu, rumput, pohon, dan lainnya menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar,” jelas Budi Payan.
Ia mengimbau kepada warga untuk waspada dan tidak membakar sampah, kebun, dan lainnya. Serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
“Sebaiknya letakkan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) yang telah disediakan DLH, jangan dibakar,” imbaunya.
Budi Payan juga mengingatkan warga untuk memeriksa kondisi rumah ketika akan bepergian. Pastikan kompor dan listrik sudah dimatikan.
“Jangan lupa memeriksa instalasi listrik secara berkala,” imbuhnya.
Menurutnya, Dinas Damkar Kota Padang memiliki puluhan personil yang selalu standby apabila terjadi bencana. Tidak saja membantu saat terjadi kebakaran, akan tetapi juga membantu ketika terjadi bencana lain.
“Setiap hari sebanyak 42 personil melakukan piket, jika terjadi kebakaran besar, semua personil kita langsung turun,” pungkasnya. (kom)
