Dispangtan Lakukan Penjurian Gerakan Menanam Cabai Serentak

PADANG PANJANG, KP – Guna mengevaluasi hasil dari Gerakan Menanam Cabai Serentak yang diluncurkan Walikota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano beberapa bulan lalu, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang melakukan perlombaan sekaligus penjurian terhadap gerakan tersebut.

“Ini merupakan penilaian tahap ketiga yang kami lakukan. Yang dinilai hari ini (kemarin-red) ada dua, yaitu menanam cabai di lahan serta menanam cabai di pekarangan. Kami mendatangkan juri langsung dari Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat,” kata Kepala Dispangtan, Ade Nafrita Anas saat melakukan penjurian di beberapa titik lokasi, Senin (22/5).

Dikatakan Ade, perlombaan ini juga sebagai motivasi bagi petani untuk bertanam cabai dengan baik serta meningkatkan semangat petani dalam menanam dan merawat cabai dengan benar. Nantinya, bagi yang menang akan diberikan reward.

Setelah pihaknya dan tim melihat di lapangan, ternyata banyak cabai yang ditanam berhasil dan bermanfaat bagi petani. Ada yang sudah menjualnya ke pasar dan ada juga yang telah menggunakannya untuk bahan makanan.

“Gerakan ini sungguh sangat membantu para petani dan ibu rumah tangga. Buktinya di beberapa lokasi mereka merasakan manfaat dari gerakan ini,” ujar Ade.

Selain itu, Ade juga menyampaikan bahwa Dispangtan selalu mendampingi setiap petani yang melakukan penanaman cabai ini agar mereka mendapatkan hasil yang maksimal.

Ade berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, dan pihaknya siap untuk mendampingi para petani yang ingin melakukan penanaman bibit cabai maupun tanaman lainnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako, Putra Dewangga menyampaikan, gerakan penanaman cabai ini merupakan salah satu cara untuk mengendalikan inflasi di Kota Padang Panjang. Gerakan ini telah dilaksanakan sejak Desember 2022 lalu saat harga cabai melambung tinggi.

“Alhamdulillah setelah kita lihat di lapangan, banyak petani yang berhasil menggalakkan gerakan ini dan dapat mengendalikan inflasi di Padang Panjang. Kita berharap gerakan ini tetap berlanjut sehingga cabai tidak lagi menjadi penyumbang inflasi di Padang Panjang,” kata Putra.

Salah seorang juri, Gusti Rufita, menyampaikan, setelah tim meninjau ke lapangan, ada beberapa petani yang hasil cabainya sesuai dengan indikator, namun ada juga yang tidak sesuai. Bagi yang tidak sesuai, terdapat beberapa kendala seperti tempat, cuaca, dan lain-lain.

“Ada beberapa indikator yang kami nilai dalam lomba menanam cabai ini, antara lain umur, kondisi, dan kesehatan cabai, penampilan, dan juga sistem budidayanya. Kelima indikator ini harus ada,” katanya.

Diharapkan, para petani dapat menanam cabai sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta meningkatkan wawasan dalam menanam cabai yang baik untuk mendapatkan kualitas yang optimal,” katanya. (sup)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun