LIMAPULUH KOTA, KP – Nagari Harau di Kecamatan Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota yang perkembangannya begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir diproyeksikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebagai salah satu jejaring desa ASEAN (ASEAN Village Network/AVN).
“Jejaring Desa ASEAN merupakan jejaring desa atau asosiasi desa yang terbuka, mandiri, inklusif dengan tiga platform fokus yang terdiri dari Desa Wisata, Desa Digital, dan Desa OVOP (One Village One Product). Nagari Harau termasuk dalam platform Nagari Wisata,” ungkap Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, saat menyambangi Kabupaten Limapuluh Kota sekaligus meresmikan homestay Pemerintahan Nagari Harau, Jumat (19/5).
Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu juga berharap Nagari Harau bersama nagari lainnya di Limapuluh Kota mampu mempercepat capaian indikator primer Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, terutama pemberantasan kemiskinan, kelaparan, dan stunting.
Ia mengungkapkan, saat ini Kemendes PDTT tengah berupaya dan mendiskusikan kemungkinan untuk menaikan dana desa hingga Rp5 miliar per desa setiap tahun. Hal itu dalam rangka penguatan pemberantasan angka kemiskinan, stunting, serta untuk pelaksanaan program prioritas lainnya.
Sementara, Bupati Safaruddin dalam sambutannya mengatakan, Nagari Harau menjadi satu dari 100 desa/nagari yang mendapat Program Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL).
“Dampaknya sangat positif terhadap kemajuan Nagari Harau, terutama sektor pariwisata. Seperti terbukanya lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap bupati.
“Kami berharap Kemendes PDTT selalu menjadikan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai prioritas pembangunan desa dan menyetujui harapan agar Nagari Harau jadi tuan rumah peringatan Hari Desa Wisata Nusantara,” kata Bupati Safaruddin. (dst)