PADANG ARO, KP – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengajak seluruh masyarakat adat untuk berkolaborasi dengan pemerintah guna melompat bersama dalam membawa kabupaten ini menjadi lebih baik. Sebab, masyarakat adat merupakan bagian dari pemerintah dan memiliki peran masing-masing dalam memajukan daerah.
Bupati Solsel H. Khairunas mengatakan bahwa kabupaten ini termasuk bagian penting dalam perkembangan peradaban Minangkabau dengan warisan Minangkabau pramodern, yaitu Alam Rantau Duo Baleh Koto, dan warisan kontemporer di Alam Surambi Sungai Pagu.
“Kita harus bangga dengan dua ciri budaya tersebut. Tetapi, saya akan lebih bangga lagi jika masyarakat adat Alam Sarantau Surambi ini berkolaborasi untuk ikut serta dalam upaya pembangunan bersama Pemerintah Kabupaten Solsel,” kata Khairunas dalam pembukaan Bimbingan Teknis Pembinaan Lembaga Adat di Hotel Pesona Alam Sangir, Rabu (24/5).
Untuk bersama-sama memajukan daerah ini, Khairunas mengajak masyarakat untuk kembali menerapkan nilai-nilai ke-Minangkabau-an secara struktural, masif, dan berkelanjutan.
“Silakan lestarikan dan kembangkan adat salingka nagari, pusako salingka kaum. Namun, dalam bernegara, terdapat pemerintah yang berdaulat,” tegasnya.
Bimbingan Teknis ini mengangkat tema “Pewarisan Harato Pusako Tinggi dan Tanah Ulayat di Minangkabau.” Tema ini dipilih dengan tujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan pengetahuan para tokoh adat mengenai persoalan tersebut.
Dengan demikian, diharapkan ke depannya dapat dihindari terjadinya konflik adat, sehingga pemuka adat dan pemerintah dapat bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan.
Sejalan dengan itu, Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda menyebutkan bahwa peran masyarakat adat juga dibutuhkan oleh DPRD untuk memberikan masukan-masukan demi kemajuan daerah.
“Perlu dipahami bahwa masing-masing dari kita memiliki tanggung jawab yang sama terkait kemajuan daerah, meskipun dalam porsi yang berbeda. Semoga ke depannya kita dapat bergandengan tangan untuk kemajuan daerah. Perbedaan yang ada dapat kita jadikan sebagai kekuatan untuk menjadi lebih baik di masa depan,” tuturnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari tokoh masyarakat di setiap kecamatan, perwakilan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan Bundo Kanduang. Pembicaranya berasal dari LKAAM Sumbar, Pengadilan Negeri Solok, Kejaksaan Negeri Solsel, dan LKAAM Solsel. (mas)