PADANG, KP – Warga mendesak agar proyek penggantian jembatan penghubung antar kelurahan di Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, yang berada dalam pengawasan Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataaan Ruang (PUPR) Kota Padang segera diselesaikan pengerjannya.
Pasalnya, aktivitas proyek penggantian jembatan yang menggunakan APBD Kota Padang tahun anggaran 2023 senilai Rp2 miliar lebih itu menyebabkan kemacetan dan juga berdampak pada perekonomian pedagang setempat.
Pantauan KORAN PADANG, sejak dilaksakannya proyek tersebut arus lalulintas mobil dan angkutan kota yang datang dari arah Kelurahan Pisang harus memutar memasuki komplek Perumahan Filano dan keluar kembali ke jalan alternatif tepi banda bakali. Begitu juga dengan kendaraan bermotor yang datang dari arah Marapalam menuju Pisang. Akibatnya kemacetan panjang tak terelakkan lagi, terutama di pagi hari dan sore.
“Macetnya bukan kepalang,” keluh Hendri (53 tahun) yang saban hari melintasi ruas tersebut.
Tak hanya itu, pedagang di sekitar proyek itu mengalami penurunan omset yang cukup drastis. Bahkan beberapa pedagang mengaku mengalami kerugian besar dan sebagian telah menutup usahanya, di antaranya pedagang ikan segar, bengkel sepeda motor, dan rumah makan.
Seorang pedagang ayam potong mengaku omsetnya turun hingga 50 persen lebih sejak jalan ditutup akibat proyek jembatan itu.
“Sebelumnya habis 150 ekor ayam per hari, kini paling banyak hanya 50 ekor per hari,” ujar Ny. Dedi.
Semenara, pemilik bengkel Doni (45 tahun) mengaku sudah lebih satu bulan usahanya tutup karena tidak ada pelanggan. Bengkel sepeda motor Doni persis berada di pangkal jembatan.
Tetangga Doni, bernama Hendro (38 tahun) juga terkena imbasnya. Pedagang beras dan telur itu mengaku mengalami rugi karena banyak telur yang busuk lantaran tak ada pembeli.
“Telur tidak bisa tahan lama,” ucapnya.
Beberapa pedagang dan tokoh masyarakat berharap Pemko Padang segera mengatasi hal tersebut karena menyangkut kepentingan dan hajat orang banyak. Mereka berharap pembanguna jembatan itu segera diselesaikan. Sebab, saat ini ada indikasi pengerjaannya terbengkalai karena tak terlihat pekerja di lokasi.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Andre Algamar saat dikonfirmasi mengaku suidah meminta kepada Dinas PU agar pekerjaan jembataan tersebut betul-betul menjadi atensi. Ia memastikan proyek penggantian jembatan Parak Karakah itu segera diselesaikan. (shb)
