PADANG PANJANG, KP – Kabar duka menyelimuti keluarga besar wartawan Kota Padang Panjang, Rabu (30/8). Salah seorang wartawan senior, Erman St. Marlaut yang terakhir bekerja di media Mimbar Pos, tutup usia sekitar pukul 06.00 WIB.
Almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina Padang Panjang setelah mendapatkan perawatan selama tiga hari sejak Minggu lalu (26/8).
Mendengar kabar duka tersebut, Pemko Padang Panjang turut menyampaikan belasungkawa mendalam.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, saya secara pribadi dan atas nama Pemko Padang Panjang menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas kepergian almarhum,” kata Wakil Wali Kota Asrul, saat melayat ke rumah duka di Kampung Teleng, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat.
Wawako mengatakan, almarhum adalah sosok yang sangat baik. Ia mengaku mengenal mendiang Cek Man (sapaan akrab almarhum) sejak sebelum menjabat wakil wali kota.
“Kita semua merasa kehilangan. Beliau adalah sosok pribadi yang baik dan murah senyum. Semoga amal ibadah almarhum semasa hidup diterima di sisi Allah serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” kata Asrul.
Kabar duka yang mendalam juga dirasakan rekan-rekan seprofesi almarhum. Seperti yang diungkapkan Ketua PWI Kota Padang Panjang, Isril Naidi.
“Almarhum adalah sosok yang gigih dan pekerja keras. Cek Man juga memiliki dedikasi tinggi, berkepribadian baik, dan loyalitas kepada pekerjaan yang luar biasa,” sebutnya.
Menurut keterangan dari adik almarhum, Arlis St. Pangeran, sebelum meninggal dunia, Cek Man dirawat di Rumah Sakit Yarsi setelah mengeluh sesak nafas kepada anaknya di tengah perjalanan pulang dari berkunjung ke rumah adik perempuannya yang bungsu di Kampung Manggis.
“Pada hari itu almarhum menyampaikan pesan kepada adiknya bahwa adiknya adalah generasi kedua. Sedangkan generasi pertama, ia beserta kakak-kakaknya. Jadi, kalau ia sudah tidak ada nanti, tolong dijaga kakak-kakaknya. Setelah itu, dia bilang ingin pulang dan dalam perjalanan nafasnya sesak. Lalu almarhum menelepon anaknya untuk dijemput dan dibawa ke rumah sakit,” cerita Arlis.
Namun takdir berkata lain, Rabu pagi (30/8), ia menghembuskan napas terakhir di usia 64 tahun karena tak mampu menahan penyakit jantung dan asam lambung yang dideritanya. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Persatuan Kampung Teleng di samping MAN 3 Padang Panjang. (mas)
