TANAH DATAR, KP – Bupati Tanah Datar Eka Putra membuka Festival Talago Kamba II yang digelar di objek wisata Batu Badinding, Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, Sabtu (1/7).
“Alamnya sangat indah, dari sini kita bisa melihat jelas Gunung Marapi, di kejauhan juga terlihat Gunung Sago. Bahkan, kita juga bisa melihat jelas tiga luhak sekaligus, yakni Luhak Nan Tuo, Luhak Agam, dan Luhak Limopuluah,” kata Bupati Eka.
Ia berharap Festival Talago Kamba II ini membuat objek wisata Batu Badindiang semakin dikenal luas oleh masyarakat, sehingga ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.
Bupati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Tahun lalu Festival Talago Kamba diadakan di tempat berbeda dengan tahun ini. Artinya, panitia dan anak-anak nagari sangat kreatif dan ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Bupati Eka Putra juga menyarankan agar objek wisata Batu Badindiang dikelola oleh anak nagari melalui Badan Usaha Milik Nagari atau kelompok sadar wisata nagari (pokdarwis).
“Kepada dinas terkait juga diminta untuk fokus melakukan pengembangan dan mempromosikan objek wisata ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan bupati, pemerintah daerah berencana melakukan pemasangan jaringan listrik mulai dari Kandang Malabuang sampai ke Batu Badindiang ini.
Sementara, Wali Nagari Tabek Patah H. Krisman Dt. Rajo Nan Kayo berharap pemerintah daerah bisa mendukung pengembangan objek wisata Batu Badindiang yang saat ini masih membutuhkan perhatian lebih.
“Kami berharap Pak Bupati bisa membantu pelebaran jalan menuju ke objek wisata ini karena saat ini kondisi jalan masih sangat sempit. Sehingga sulit untuk kendaraan berselisih jalan. Di sini juga masih sangat membutuhkan beberapa fasilitas umum untuk menunjang objek wisata Batu Badindiang,” harapnya.
Selain itu, papartnya, Festival Talago Kamba II ini diharapkan membuat masyarakat kembali mengingat bahwa dulunya Nagari Tabek Patah merupakan sentra penghasil gula tebu terbesar di Tanah Datar.
“Namun karena produksinya masih menggunakan cara tradisional sehingga kurang mendukung ekonomi masyarakat. Sekitar tahun 1992, mayoritas beralih ke tanaman palawija. Saat ini ladang tebu yang ada tinggal 8 hektare. Melalui event ini, kami lakukan kembali penanaman tebu sebanyak 1.000 batang dengan harapan bisa mengembalikan Nagari Tabek Patah sebagai sentra penghasil gula tebu,” terangnya.
Di tempat yang sama, anggota DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari Dt. Indo Marajo Nan Bapayuang Ameh, berharap kepada pemerintah daerah bisa memberikan perhatian khusus untuk pengembangan objek wisata Batu Badindiang, sehingga menjadi salah satu objek wisata terbaik.
Festival itu dimeriahkan dengan arak-arakan pawai budaya manjapuik marapulai atau biasa disebut oleh warga setempat manjapuik laki, penampilan tari massal yang diberi nama Tari Batobu, pemukulan gendang tambua, dan penanaman 1.000 pohon tebu.
Hadir pada acara pembukaan Festival Talago Kamba II itu, bupati sisa masa jabatan 2020-2021 H. Zuldafri Darma, anggota DPRD Tanah Datar, kepala OPD, Camat se-Tanah Datar, dan Walinagari se Kecamatan Salimpaung. (nas)
