Sejumlah Guru di Payakumbuh Jadi Korban Dugaan Penipuan Umrah, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Sejumlah guru di Payakumbuh melaporkan dugaan penipuan perjalanan ibadah umrah ke Polres Payakumbuh, Senin (3/3).

PAYAKUMBUH,  KP– Sejumlah guru di Payakumbuh melaporkan dugaan penipuan perjalanan ibadah umrah dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Laporan tersebut telah disampaikan ke Polres Payakumbuh pada Senin (3/3).

Kasus ini bermula pada Oktober 2024, ketika salah satu korban, DE (55), mendapat informasi dari rekannya tentang biro perjalanan umrah PT An Najah yang menawarkan paket perjalanan dengan harga terjangkau. Tertarik dengan penawaran tersebut, DE menghubungi pihak travel melalui WhatsApp dan menerima brosur yang berisi detail paket umrah murah.

Setelah berkomunikasi dengan pihak biro, DE mendaftarkan diri dan keluarganya serta mengirimkan uang secara bertahap hingga total Rp104 juta. Mereka dijanjikan berangkat umrah pada 21 Februari 2025. Namun, hingga saat ini, keberangkatan tersebut tak kunjung terlaksana.

“Kami merasa ditipu. Saya dan keluarga sudah membayar hingga ratusan juta rupiah, tetapi tidak juga diberangkatkan sesuai janji,” ujar DE dalam laporannya.

Selain DE dan keluarganya, beberapa guru lain juga menjadi korban dengan kerugian bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah. Mereka berharap laporan ini segera diproses dan uang yang telah dibayarkan bisa dikembalikan.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak PT An Najah belum membuahkan hasil, karena nomor kontak mereka tidak aktif.

Kapolres Payakumbuh AKBP Ricky Ricardo melalui Kasat Reskrim AKP Doni Prama Dona membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan pengaduan sudah masuk ke SPKT Polres Payakumbuh dan akan kami tindaklanjuti,” kata AKP Doni. (dst)

Related posts

Kejati Sumbar Kawal Lima Proyek Jalan Nasional, Fokus Cegah Hambatan di Lapangan

Polsek Pangkalan Amankan Tujuh Tersangka Pengeroyokan Sopir Travel

Dipicu Cemburu, Tukang Pangkas Tikam Pria Hingga Tewas