Jembatan Koto Buruak Putus, Tiga Nagari di Padang Pariaman Terancam Terisolasi

Jembatan penghubung di Nagari Koto Buruak, Kecamatan Lubuk Alung, putus akibat hantaman arus sungai yang sangat kuat, Kamis pagi (27/11).

PADANG PARIAMAN, KP – Tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir di Kabupaten Padang Pariaman meningkatkan debit aliran Sungai Batang Anai. Pada Kamis pagi (27/11), salah satu jembatan penghubung di Nagari Koto Buruak, Kecamatan Lubuk Alung, putus akibat hantaman arus sungai yang sangat kuat.

Peristiwa ini dikhawatirkan mengancam terisolasinya warga di tiga nagari yang berada di kawasan tersebut.

Jembatan Koto Buruak merupakan akses vital bagi masyarakat Nagari Lubuk Alung, Nagari Sikabu, dan Nagari Salibutan Lubuk Alung. Fungsinya semakin penting karena Jembatan Kayu Gadang yang sebelumnya juga putus hingga kini belum diperbaiki.

Kini, akses satu-satunya bagi masyarakat di tiga nagari tersebut adalah melalui arah Nagari Buayan, Lubuk Alung. Bagi warga Salibutan, jalur ini terbilang jauh dan memperpanjang waktu tempuh.

Rian, salah seorang warga, menuturkan bahwa Jalan Pasie Laweh Lubuk Alung juga putus. “Jadi akses satu-satunya warga sekarang memang ke Buayan,” ujarnya.

Tidak hanya kesulitan akses, lanjutnya, warga juga khawatir keluar rumah dalam kondisi hujan yang tak kunjung reda. “Kawasan di sini banyak yang rawan longsor. Jalan juga banyak yang dekat aliran sungai,” sambungnya.

Ia mengatakan, saat ini harapan terbesar masyarakat adalah berkurangnya intensitas hujan. “Sekarang kita perbanyak berdoa saja. Mudah-mudahan kita tetap dalam lindungan Allah,” katanya.

Sementara itu, Resti, warga Nagari Sikabu, juga membenarkan bahwa satu-satunya akses warga saat ini adalah ke Buayan. “Itu pun ke Buayan harus melewati satu jembatan besar. Jembatan itu sekarang menjadi urat nadi akses warga,” ujarnya.

Menurutnya, hujan yang tak kunjung berhenti kian membuat warga cemas, apalagi Jembatan Koto Buruak yang besar baru saja ambruk. “Padahal itu jembatan utama keluar masuk warga di sini,” ucapnya.

Resti melihat bahwa warga Nagari Sikabu, Salibutan, dan sebagian Nagari Lubuk Alung berpotensi terisolasi karena akses ke wilayah mereka sangat bergantung pada jembatan tersebut. “Tiga nagari itu kan dilalui aliran Batang Anai,” sambungnya.

Ia menambahkan, apabila seluruh jembatan di kawasan itu putus, warga benar-benar akan terisolasi. “Sebab tidak mungkin ada yang berani menyeberangi Batang Anai, terlebih dalam kondisi hujan seperti sekarang,” katanya.

Diharapkan hujan ini segera reda. “Kami berharap pemerintah benar-benar siap siaga dan terus memantau kondisi masyarakat di Salibutan, Sikabu, dan sebagian warga Lubuak Aluang,” pungkasnya. (wrm)

Related posts

Banjir dan Longsor Terjang Pasaman: Satu Orang Tewas, Ratusan KK Terisolasi

Pohon Durian Tumbang Timpa Rumah di Lubuk Kilangan 

Kebakaran Hanguskan Rumah Petani di Nagari Lawang