SIJUNJUNG, KP – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sijunjung memaparkan hasil pengawasan pemutakhiran data pemilih Pemilu 2024, dalam konferensi pers di sekretariat Bawaslu setempat, Sabtu malam (15/4).
Ketua Bawaslu Sijunjung Agus Hutrial Tatul mengatakan, pihaknya bersama jajaran sampai di tingkat nagari telah melakukan pengawasan terhadap pemuktahiran data pemilih yang dilakukan oleh petugas pantarlih. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan Bawaslu adalah pengawasan langsung dan melekat.
Dijelaskannya, sampel yang diaudit oleh pengawas nagari adalah 10 rumah per TPS. Dalam proses audit yang dilakukan jajaran pengawas di tingkat nagari, masih ditemukan adanya kesalahan prosedur dalam pelaksanaan coklit. Namun, hal itu telah disampaikan saran perbaikan kepada KPU dan telah ditindaklanjuti.
Sementara, Kordinator Divisi dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sijunjung Riki Minarsah mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pencermatan terhadap daftar pemilih sementara (DPS) yang telah diumumkan oleh KPU melalui PPS. Ia juga menghimbau masyarakat untuk bersama mencermati DPS.
“Bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat, tetapi belum masuk dalam DPS, bisa segera melaporkan ke Bawaslu dan Panwascam karena di masing-masing kecamatan ada posko pengaduan kawal hak pilih,” ujarnya.
Pada bagian lain, Riki menjelaskan, indeks kerawanan pemilu di Sumbar pada saat ini berada pada posisi k13 atau rawan sedang. Pihaknya bersama unsur terkait lainnya terus melakukan upaya pencegahan akan terjadinya potensi pelanggaran pemilu dan pilkada. (shb)
