SOLOK, KP – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Kenedy Hamzah didampingi Kabid Peternakan Christine Sophin, mengunjungi Pusat Standarisasi Instrumen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PSIPKH/BSIP) Kementerian Pertanian di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/8).
Kunjungan itu dalam rangka menindaklanjuti proposal pengembangan kambing Burka (kawin silang Kambing Bur dan Kambing Kacang) yang diintegrasikan dengan buddidaya buah naga.
Pada kesempatan itu, Kenedy Hamzah menyampaikan bahwa selain penghasil beras, Kabupaten Solok juga merupakan daerah penghasil buah naga, khususnya di wilayah Kecamatan X Koto Singkarak dan X Koto Diatas.
“Di Kabupaten Solok terdapat sekitar 200 hektare kebun buah naga dan akan terus dikembangkan,” sebutnya.
Dijelaskannya, kotoran kambing baik itu feses maupun urin bisa dijadikan pupuk yang sangat bagus untuk pengembangan buah naga. Di sisi lain, gulma yang ada pada buah naga juga bisa dijadikan pakan kambing.
“Kotoran kambing sangat bagus sebagai pupuk agar buah naga tak terserang penyakit,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Kenedy Hamzah menyerahkan proposal bantuan sebanyak 90 ekor kambing untuk kelompok tani di Nagari Kacang dan Tanjung Alai. (wan)
