SOLOK, KP – Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang di Nagari Muaro Paneh, Kcamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, terus melakukan kegiatan secara berkelanjutan meski belum mempunyai sumber anggaran yang pasti.
Hal itu lantaran jajaran pengurusnya berpendapat bahwa bergerak lebih penting dari pada mengutamakan dana. Meski demikian, pengurus juga menyadari bahwa untuk bergerak di bidang pelestarian nilai adat memerlukan dana yang tidak sedikit.
Ketua Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang Zufri Datuak Rajo Indo yang dengan sukarela mengizinkan kediaman pribadinya dijadikan Sekretariat Sarangkuah Dayuang mengatakan, saat ini pendanaan masih dilakukan secara swadaya yakni dari sumbangan anggota ditambah sumbangan tidak mengikat dari berbagai pihak, antara lain dari niniak mamak dan bundo kanduang di Kenagarian Muaro Paneh.
“Kalau dikatakan kami bergerak tanpa dana, itu bohong. Sebab, tak mungkin kami dapat berjalan setiap minggu tanpa dukungan dana. Dana yang kami gunakan untuk latihan setiap Sabtu malam bersumber dari sumbangan anggota dan sumbangan niniak mamak pada bulan Mei 2023 serta sumbangan Bundo Kanduang pada bulan Juni. Untuk bulan Juli belum ada,” terang Zufri Datuak Rajo Indo, Rabu (5/7).
Dia berharap masyarakat mau berpartisipasi dalam upaya pelestarian nilai adat lewat Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang. Setiap orang yang ingin belajar pidato adat bisa datang langsung atau diantarkan mamak yang bersangkutan ke surau Sarangkuah Dayuang di Balai Pinang setiap jadwal latihan, yakni pada Sabtu malam. Syaratnya, membawa siriah langkok dan memakai pakaian yang sopan serta mengenakan kopiah dan sarung.
Sekretaris Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang Risko Mardianto Dt. Rajo Lelo menambahkan, sejak resmi berdiri, sudah banyak murid atau anggota Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang yang dipakai masyarakat untuk berbagai acara adat, seperti acara baralek nikah kawin, akikah, turun mandi anak, dan lain sebagainya.
“Alhamdulillah, berkat kerjasama yang kuat sesama anggota Group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang, satu-persatu anggota kita sudah dipakai oleh masyarakat adat dalam Nagari Muaro Paneh. Kami bersama seluruh pengurus merasa senang dan gembira,” kata Risko Mardianto.
Menurutnya, group Pidato Adat Sarangkuah Dayuang terus aktif menggelar latihan dan saat ini sudah mendaftar ke Pemkab Solok untuk dapat pembinaan dan dukungan. (wan)
