Home » Mengerikan, Jumlah Warga Kekurangan Gizi

Mengerikan, Jumlah Warga Kekurangan Gizi

Redaksi
A+A-
Reset

Ternyata, warga Indonesia yang kekurangan gizi jumlahnya masih sangat banyak. KORAN PADANG terbitan Senin (10/7) dalam dengan berita utamanya melaporkan bahwa sekitar 21 juta rakyat negara tercinta ini masih kekurangan gizi.

Sudah puluhan tahun problema pergizian anak negeri ini jadi perbincangan. Sudah banyak program yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan gizi tersebut. Nyatanya, sampai sekarang problema tersebut belum kunjung tuntas. Entah kapan negeri ini tidak lagi bicara masalah gizi dari sisi negatif.

Negara yang warganya hidup dengan gizi terpenuhi, hampir dapat dipastikan negara tersebut tidak lagi bicara tentang kemiskinan. Sebaliknya, negara yang masih ‘berkutat’ dengan problema pergizian, termasuk Indonesia, sungguh mengundang rasa prihatin. Bayangkan, dari 200 juta penduduk negeri ini, ternyata 21 juta kekurangan gizi dan 21 persen lebih mengalami stunting.

Sepintas, kelihatan negeri ini sudah begitu maju. Beragam pembangunan terus bermunculan. Bahkan, baru-baru ini Bank Dunia mengklasifikasikan Indonesia ke dalam kategori negara kelas menengah atas berdasarkan angka pendapatan per kapita 2022. Sebelumnya, Indonesia berada pada kategori menengah bawah pada 2020-2021.

Nyatanya, kehebatan penampilan negeri ini dibayangi dengan problema memprihatinkan. Penduduk negara kita masih banyak yang kurang gizi. Luar biasa tantangan negeri ini. Di sisi lain, banyak pula anak negeri ini yang ‘flexing’ kekayaan di media sosial sehingga jadi sorotan. Rumah bagus, mobil mengkilat.

Sungguh kita prihatin. Namun keprihatinan tersebut tak bisa sekadar diucapkan saja. Lebih dari itu, semua kita bertanggungjawab mengatasi problema negeri ini. Namun, teori apalagi yang mesti diterapkan untuk mengatasi problema pergizian di negeri ini. Begitu seriusnya dulu Pak Harto bicara tentang pergizian ini. Tak ada yang tak kenal dengan istilah 4 sehat 5 sempurna. Tapi sampai sekarang masalah gizi masih terus menghantui negeri ini.
Mungkin pantas dievaluasi secara menyeluruh upaya yang telah dilakukan selama ini. Tidak perlu pula sesama kita saling salah-menyalahkan. Presiden Jokowi telah menargetkan stunting harus turun ke angka 14 persen pada 2024 mendatang. Tugas presiden mendatang pelanjut Jokowi adalah memunculkan program spektakuler sehingga angka warga kurang gizi di republik ini dapat ditekan hingga nihil.

Mampukah periode kepemimpinan presiden yang 5 tahun, mengurangi angka warga kekurangan gizi 5 juta penduduk tiap tahun? Dengan begitu, jumlah warga yang kurang gizi sekarang 21 juta orang, berhasil hilang dalam satu periode. *

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?