Home » Indonesia Darurat Penghulu

Indonesia Darurat Penghulu

Redaksi
A+A-
Reset

JAKARTA, KP – Kementerian Agama (Kemenag) menghadapi krisis serius terkait kekurangan tenaga penghulu. Dari kebutuhan nasional yang mencapai 16.263 orang, saat ini hanya terdapat 9.054 penghulu yang tersedia.

Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, Zainal Mustamin menyebut kondisi ini sebagai ‘darurat penghulu’.

“Situasi semakin memprihatinkan karena penghulu yang akan pensiun hingga tahun 2027 mencapai 2.383 orang,” kata Zainal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/9).

Ia menambahkan, beban kerja penghulu semakin meningkat karena ada yang harus bertanggung jawab atas lebih dari satu KUA kecamatan.

“Kondisi ini juga diperparah oleh banyaknya penghulu yang meninggal dunia selama pandemi covid-19,” ungkapnya.

Kendati demikian, Zainal mengatakan, Kemenag terus berusaha memenuhi kekurangan penghulu. Ia menyebut, sudah ada 950 tambahan penghulu dari jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2023.

“Insya Allah tahun depan akan ada lagi penerimaan penghulu jalur PPPK,” ujarnya.

Ia berharap Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi segera menetapkan formasi jabatan fungsional penghulu yang telah diusulkan.

“Kalau formasi belum juga ditetapkan tahun ini, maka akan ada 180 penghulu yang akan pensiun tahun 2024,” ungkap Zainal.

ia menjelaskan penghulu memiliki tugas yang sangat penting. Mereka tidak hanya mengawasi dan mencatat pernikahan, namun juga diberi tanggung jawab membantu negara dalam banyak hal.

“Peristiwa nikah dalam satu tahun di Indonesia sangat tinggi, rata-rata mencapai 1,7 juta. Selain itu, angka perceraian juga tinggi, lebih dari 500 ribu. Ada pula kawin anak, KDRT, intoleransi berbasis keluarga. Semua itu memerlukan peran penghulu,” pungkasnya. (ilc)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?