Home » Khairunas Tegaskan Pentingnya Integrasi Percepatan Penurunan Stunting

Khairunas Tegaskan Pentingnya Integrasi Percepatan Penurunan Stunting

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG ARO, KP  – Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, mengungkapkan keprihatinannya terkait tingginya prevalensi stunting di kabupaten tersebut, seperti yang diindikasikan oleh data Study Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022.

Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat prevalensi stunting di Solok Selatan masih tinggi, mencapai 31,7 persen. Angka ini jauh di atas target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2021.

Hal tersebut dikatakan Bupati H. Khairunas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Solok Selatan di Aula Sarantau Sasurambi, Rabu (6/9).

Bupati Khairunas menegaskan, perlunya kerja sama dan koordinasi yang serius antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani masalah stunting ini.

Ia menekankan, rumusan dari Rapat Koordinasi (Rakor) ini harus ditindaklanjuti secara konkret untuk memberikan dampak positif kepada keluarga yang berpotensi mengalami stunting dan anak-anak balita yang mengalami stunting.

Bupati juga meminta kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) untuk melakukan pendataan yang akurat sebagai data pembanding. Data yang akurat akan menjadi dasar untuk upaya pencegahan dan penanganan masalah stunting di daerah tersebut.

Selain itu, penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, perawatan kesehatan anak, dan peran ibu hamil dalam menjaga kesehatan mereka dan pertumbuhan anak-anak mereka. Langkah-langkah konkret seperti rembuk stunting dan diseminasi audit kasus stunting telah dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan masalah ini.

Rapat Koordinasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan penyuluh Keluarga Berencana (KB) yang tersebar di seluruh Solok Selatan. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di daerah tersebut. (kom)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?