PADANG, KP – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumbar makin tebal akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Kualitas udara semakin menurun dan berdampak buruk bagi kesehatan warga, terutama anak-anak.
Kabut asap yang kian tebal itu juga menyelimuti Kota Padang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon mengatakan, kualitas udara semakin menurun.
“Berdasarkan pantauan stasiun AQMS Kota Padang, udara tidak lagi berada di kategori baik. Bahkan ketebalan asap semakin pekat dibanding kemarin,” kata Mairizon, Rabu (13/9).
ISPU Kota Padang pada Rabu pagi (13/9) berkategori sedang dengan nilai 68. Padahal sehari sebelumnya, Selasa (12/9) berada di angka 63.
Sebagai bentuk antisipasi dampak kesehatan, ia mengimbau seluruh warga untuk sementara tidak terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan. Apabila berada di luar ruangan, diharapkan melindungi diri dengan mengenakan masker.
Kondisi kabut asap yang menebal ini juga membuat jarak pandang pilot mengalami penurunan. Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Siswanto mengatakan, normalnya jarak pandang pilot adalah 10.000 meter. Namun kondisi akibat kabut asap jarak pandang turun jadi 7.000 meter.
Walaupun ada penurunan jarak pandang, penerbangan tidak mengalami kendala. Menurutnya, jarak pandang 7.000 meter masih dalam kategori aman untuk penerbangan. Ia menjelaskan, yang membahayakan penerbangan apabila jarak pandang hanya 1.000 sampai 1.500 meter.
Siswanto berharap kabut asap ini lekas menghilang. Ia meminta instansi terkait secepatnya minimalisasi kabut asap yang melanda beberapa daerah di Sumbar.
Sekedar informasi, BIM melayani penebangan sekitar 45 sampai 50 penebangan dalam satu hari.
Diketahui, saat ini terdapat ratusan titik api (hotspot) di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
“Total titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera sebanyak 446 titik, terbanyak di Sumatera Selatan 271 titik dan Lampung 120 titik,” ujar Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Riau, Mia.
Kemudian, Bengkulu ada 15 titik, Jambi 10 titik, Sumatera Barat 17 titik, Bangka Belitung 10 titik, dan Riau tiga titik yang tersebar di Kabupaten Bengkalis satu titik dan Rokan Hulu dua titik. (vci)
