101 Warga Binaan Lapas Padang Ikuti Pendidikan Kesetaraan

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Sebanyak 101 warga binaan Lapas Kelas IIA Padang mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C sebagai upaya membuka akses pendidikan sekaligus bekal saat kembali ke masyarakat.

Program tersebut secara resmi dibuka Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Padang, Kamis (23/7). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak lapas dan Yayasan Pendidikan Gempita Sumatera Barat (Sumbar).

Fadly Amran mengatakan, pendidikan kesetaraan menjadi solusi bagi masyarakat yang belum menuntaskan pendidikan formal, termasuk warga binaan. “Program ini diharapkan memberi peluang bagi warga binaan untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh pekerjaan setelah bebas,” ujarnya.

Selain pendidikan, Pemerintah Kota Padang juga berencana memperkuat pelatihan keterampilan bagi warga binaan, seperti servis AC, menjahit, dan perbengkelan.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumbar, Kunrat Kasmiri, menyebut program ini merupakan implementasi Undang-Undang Pemasyarakatan yang menekankan pembinaan dan reintegrasi sosial.

Menurutnya, pendidikan harus diiringi pelatihan vokasi agar warga binaan memiliki keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Ronaldo Devinci Talesa, menjelaskan peserta program dipilih melalui proses seleksi dari total 671 warga binaan.

Seleksi dilakukan berdasarkan motivasi belajar, masa pidana, serta komitmen mengikuti program hingga selesai.

Ia menambahkan, program pendidikan kesetaraan ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Padang.

Kepala PKBM Gempita Sumbar, Silvia Sismona, menilai program ini turut mendukung penuntasan angka anak tidak sekolah karena memiliki standar setara pendidikan formal.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumbar dan pejabat Lapas Kelas IIA Padang. (red)

 

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!