SOLOK SELATAN, KP — Seorang guru olahraga di SMAN 1 Solok Selatan berinisial VV (30) dinonaktifkan sementara dari kegiatan mengajar setelah memicu aksi demonstrasi ratusan siswa di lingkungan sekolah, Senin (27/7).
Aksi tersebut berlangsung usai upacara bendera dan dipicu keresahan siswa atas dugaan komunikasi tidak pantas antara oknum guru dengan sejumlah pelajar laki-laki. Video aksi yang menampilkan siswa membentangkan spanduk kemudian beredar di media sosial.
Kepala SMAN 1 Solok Selatan, Mairisna, mengatakan penonaktifan dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kondusivitas kegiatan belajar mengajar selama proses pemeriksaan berlangsung.
“Untuk memastikan proses belajar tetap berjalan kondusif, yang bersangkutan dinonaktifkan sementara sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut,” kata Mairisna, Rabu (29/7).
Ia menegaskan, berdasarkan pemeriksaan internal, tidak ditemukan bukti adanya tindakan fisik sebagaimana narasi yang beredar di media sosial. Bukti yang diperoleh berupa tangkapan layar pesan singkat kepada tiga siswa kelas XI.
Baca Juga : Kawal Kasus Guru SMA di Solsel, DPRD Sumbar: Pecat Jika Terbukti
Meski demikian, isi pesan dinilai menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah sehingga memicu reaksi dari siswa dan orang tua.
Pihak sekolah telah menyerahkan laporan hasil pemeriksaan internal kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat untuk ditindaklanjuti.
Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Habibul Fuadi, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan lebih lanjut terkait kasus tersebut.
“Proses masih berjalan. Jika terbukti melanggar, sanksi akan diberikan sesuai ketentuan,” ujarnya. (ski/*)