PADANG, KP – Gubernur Sumbar Mahyeldi memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumbar dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1445 H. Kegiatan itu diadakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Selasa (5/3).
Gubernur mengungkapkan, dari peninjauan yan dilakukan pasar di Pasar Raya Padang, harga beberapa komoditi mengalami kenaikan, seperti beras dan cabai merah. Namun, gubernur memastikan ketersediaan barang mencukupi untuk menyambut Ramadan dan lebaran. Meski demikian, lanjutnya, langkah-langkah strategis tetap disiapkan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan.
“Misalnya, stok cabai cukup dan sebagian sedang dalam perjalanan. Tugas kita menjaga kelancaran arus barang. Begitu juga dengan beras. Hanya minyak goreng yang agak menipis. Kita akan berkomunikasi dengan produsen terkait minyak goreng ini,” kata gubernur.
Mahyeldi menambahkan, tingkat inflasi Sumbar pada Februari 2024 mencapai 3,23 persen year on year (yoy) melebihi inflasi nasional 2,75 persen (yoy). Untuk mengatasi lonjakan inflasi, terutama menjelang Ramadan, gubernur mengajak TPID dan stakeholder terkait bersinergi melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Gubernur merinci, strategi 4K akan diimplementasikan melalui beberapa aksi. Pertama, penyelenggaraan operasi pasar murah secara masif, terutama di Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Dharmasraya, Kota Padang, dan Bukittinggi sebagai empat daerah penyumbang inflasi tertinggi di Sumbar.
Kedua, penguatan fungsi pengawasan dan pelaksanaan sidak pasar secara berkala untuk mengamati pasokan dan harga.
Ketiga, penguatan kerjasama antar daerah; keempat, memastikan kelancaran arus transportasi barang di jalur darat serta stabilitas harga tiket pesawat; dan kelima, penguatan koordinasi antar provinsi dengan kabupaten/kota terkait data luasan lahan pertanian terdampak bencana serta data kecukupan pangan. “Implementasi strategi 4K ini perlu dilakukan secara bersama-sama. Semoga kita dapat menjalani Ramadan dan Lebaran dalam suasana yang aman, nyaman, dan kondusif, tanpa terganggu oleh lonjakan harga dan kelangkaan bahan pangan,” kata gubernur.
Sebelumnya, dalam peninjauan ke Gudang Bulog Sumbar, diketahui ketersedian beras saat ini sebanyak 17.197 ton. (fai)
