PADANG, KP – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mencatat lebih dari 100 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga April 2026. Tingginya angka tersebut didominasi oleh kebakaran akibat arus pendek listrik.
Data Damkar menunjukkan tren kejadian yang relatif tinggi setiap bulan, yakni 30 kasus pada Januari, 23 kasus Februari, 26 kasus Maret, dan 28 kasus April.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan frekuensi kebakaran dalam empat bulan terakhir perlu menjadi perhatian serius. “Dari awal tahun hingga April, ada lebih dari seratus kejadian kebakaran,” ujarnya, Jumat (15/5).
Menurutnya, sebagian besar kebakaran dipicu oleh korsleting listrik akibat instalasi yang tidak aman serta penggunaan colokan listrik berlebih.
Selain itu, kebakaran juga disebabkan oleh kompor, pembakaran lahan dan sampah, serta kebocoran bahan bakar kendaraan. “Objek yang terbakar bervariasi, mulai dari rumah, ruko, gudang, kendaraan, lahan, hingga instalasi listrik seperti kabel dan meteran,” jelasnya.
Damkar Kota Padang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.
“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan semua peralatan listrik dalam kondisi aman. Cabut colokan listrik, matikan AC dan lampu, serta hindari penggunaan sambungan listrik berlebih,” kata Rinaldi.
Ia menegaskan, langkah sederhana tersebut dapat secara signifikan mengurangi risiko kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik.
Damkar berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan instalasi listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga terus meningkat, sehingga angka kebakaran di Kota Padang dapat ditekan sepanjang 2026. (*/nda)
