PADANG, KP — Pemerintah Kota Padang menjadikan Hari Jadi Kota (HJK) ke-357 sebagai momentum mempercepat transformasi ekonomi sekaligus memperkuat pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.
Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Padang Fadly Amran saat Rapat Paripurna Istimewa HJK ke-357 di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8). Menurutnya, HJK bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum mengevaluasi hasil pembangunan dan menyusun langkah menghadapi tantangan masa depan. “Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan,”katanya.
Fadly mengatakan transformasi ekonomi difokuskan pada peningkatan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, perluasan lapangan kerja, penguatan usaha lokal, serta pemerataan hasil pembangunan. Kota Padang, lanjutnya, memiliki tiga sektor unggulan sebagai kota jasa, yakni pendidikan, pariwisata, serta perdagangan dan konektivitas.
Salah satu indikatornya terlihat dari kunjungan wisatawan yang mencapai 5,3 juta orang sepanjang 2025 atau meningkat dibandingkan 4,3 juta kunjungan pada tahun sebelumnya.
Selain memperkuat ekonomi, Pemko Padang menempatkan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana sebagai prioritas.
Fadly menegaskan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir akan mengedepankan prinsip Build Back Better, sehingga infrastruktur yang dibangun lebih aman, berkualitas, dan mampu mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur pemerintah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan banjir di Kota Padang.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menilai berbagai capaian pembangunan perlu diimbangi dengan penyelesaian sejumlah persoalan strategis yang masih dihadapi daerah. “Tantangan itu harus menjadi agenda bersama. Untuk mencapainya diperlukan kolaborasi seluruh pihak demi pembangunan Kota Padang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Gubernur diwakili Asisten II Setdaprov Sumbar Adib Alfikri mengatakan kemajuan Kota Padang tidak terlepas dari kemajuan Sumatera Barat sehingga diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan ibu kota provinsi tersebut.
Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi turut mengapresiasi penataan kawasan Batang Arau. Menurutnya, kawasan yang bersih, tertata, dan didukung pelayanan yang baik akan semakin memperkuat daya tarik pariwisata Kota Padang sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Rapat Paripurna Istimewa HJK ke-357 dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi,unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya. (red)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!