PARIAMAN, KP – Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Pariaman mengalami kenaikan pada tahun 2024. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, terdapat penambahan 12 kasus baru, sehingga total kasus menjadi 44 dari sebelumnya 32 kasus di tahun 2023.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Hendri Putra mengatakan, pihaknya memiliki dua tempat pemeriksaan HIV/AIDS, yaitu di RSUD Pariaman Kampung Baru dan Puskesmas Naras. Berdasarkan data yang tercatat di kedua tempat tersebut menunjukkan bahwa sejak tahun 2023 ada 32 kasus ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), yang terdiri dari warga Kota Pariaman, Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kota Padang.
Hendri menambahkan, penderita HIV/AIDS rata-rata berada dalam rentang usia produktif, yaitu 20-45 tahun, dan terdiri dari laki-laki maupun perempuan.
“Mereka semua sudah mendapatkan pengobatan, dalam pantauan, serta sudah diedukasi dan semuanya gratis tanpa dipungut biaya. Kasus HIV/AIDS ini kita tangani 100 persen. Petugas kami, baik dokter maupun konsultan, terlatih untuk menangani kasus ini. Bahkan ada yang sembuh dan ada juga yang dalam tahap profilaksis menuju kesembuhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pasien ODHA yang berasal dari puskesmas, setelah mendapatkan edukasi dan obat, akan dirujuk minimal sekali seminggu ke dokter Heni di RSUD Pariaman.
“Dokter ini yang memeriksa kondisi fisik dan kesehatan pasien, termasuk profilaksis untuk melihat apakah ada gangguan lain saat mengonsumsi obat, seperti penurunan berat badan,” bebernya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, 12 kasus baru di tahun 2024 terdiri dari 11 pria dan 1 perempuan, yang merupakan warga Kota Pariaman dan Padang Pariaman.
Menurut Hendri, ODHA bisa sembuh namun tidak berarti virus hilang sepenuhnya dari tubuh penderita, tetapi dengan daya tahan tubuh yang baik dan tanpa penyakit penyerta seperti diare hebat, malaria, infeksi otak, serta infeksi paru-paru. “Keberhasilan profilaksis dicapai setelah pasien mengonsumsi obat sesuai dosis dan SOP yang kami jalankan,” pungkas Hendri. (wrm)
