Pemko Payakumbuh Bedah 100 Rumah Warga Kurang Mampu

by Redaksi
A+A-
Reset

PAYAKUMBUH, KP — Pemerintah Kota Payakumbuh mengakselerasi penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pada tahun anggaran 2026, Pemko Payakumbuh menargetkan pembedahan 100 unit rumah guna mengurangi kantong kemiskinan dan meningkatkan derajat kualitas hidup warga.

Dari total 100 unit yang dibedah tahun ini, sebanyak 25 unit dibiayai melalui APBD Kota Payakumbuh, sedangkan 75 unit sisanya bersumber dari dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD) 2026 dari pemerintah pusat.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyerahkan bantuan peningkatan kualitas RTLH secara simbolis kepada 75 warga penerima manfaat di Gedung Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kelurahan Ibuh, Selasa (11/8).

Wako Zulmaeta menegaskan, ketersediaan hunian yang aman dan sehat merupakan syarat mendasar bagi sebuah keluarga untuk tumbuh berkembang.

“Rumah bukan sekadar bangunan tempat berteduh. Rumah adalah tempat tumbuhnya keluarga, tempat membangun harapan, serta fondasi dalam menciptakan masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera,” ujarnya.

Berdasarkan pemutakhiran data 2026, Kota Payakumbuh mencatat terdapat 36.845 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 847 unit masih masuk kriteria RTLH, serta terdapat angka backlog perumahan yang mencapai 9.578 unit.

Zulmaeta menekankan perlunya kolaborasi erat antara Pemko Payakumbuh dengan pemerintah pusat, provinsi, sektor swasta lewat program CSR, hingga lembaga sosial untuk menuntaskan sisa RTLH di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Payakumbuh, Marta Minanda menyebut, nilai bantuan stimulan rumah swadaya mengalami peningkatan signifikan. Pada 2026, nilai bantuan dipatok mencapai Rp60 juta untuk pembangunan rumah baru dan Rp35 juta untuk peningkatan kualitas.

“Penyelenggaraan pemberian bantuan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni, mendukung pengentasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kualitas permukiman,” terangnya.

Sejak periode 2017 hingga 2025, Pemko Payakumbuh tercatat telah merehabilitasi maupun membangun baru sebanyak 1.814 unit RTLH melalui sinergi APBN, APBD, Baznas, hingga dana CSR. (dst)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!