LIMAPULUH KOTA, KP – Petani gambir di Jorong Koto Godang, Nagari Maek, Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, mengaku senang dengan naiknya harga jual gambir sejak beberapa bulan terakhir. Harga jual gambir kini mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram untuk kualitas terbaik. Petani pun kembali bergairah menggarap dan mengolah gambir.
Seorang petani gambir, Masri (57 tahun), menyampaikan harapannya agar harga tersebut bisa tetap stabil dan tidak kembali anjlok seperti beberapa bulan lalu.
“Kami sangat senang dengan naiknya harga jual gambir. Kenaikan harga ini membuat kami kembali bergairah mengolah gambir,” ucap Masri, Jumat (19/7).
Ia berharap harga tersebut bisa tetap bertahan sehingga mereka mendapatkan keuntungan dan menutupi biaya produksi.
Menurutnya, saat harga gambir anjlok mencapai Rp15 ribu hingga Rp30 ribu/kg, banyak petani yang memilih membiarkan ladang gambir mereka tanpa dipanen. Kini dengan harga yang tinggi, banyak toke atau pembeli yang mendatangi rumah warga untuk membeli gambir.
Sementara, seorang toke gambir di Jorong Nagari Bungo Tanjung, Teja, membenarkan bahwa saat ini harga beli gambir naik hingga ratusan ribu rupiah.
“Harga gambir tergantung jenis dan kualitas. Gambir dengan kualitas terbaik mencapai Rp110 ribu per kilogram, sedangkan gambir dengan kualitas rendah bisa mencapai Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram,” ucapnya.
Ia menjelaskan, harga gambir saat ini terbilang tinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya yang anjlok hingga Rp15 ribu per kilogram.
Naiknya harga gambir juga berdampak pada penjualan gambir petani ke toke. Jika biasanya hanya mencapai 500 kilogram per minggu, saat ini bisa mencapai 1 hingga 3 ton.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmat Hidayat, berharap naiknya harga gambir berdampak positif bagi petani, sehingga ekonomi masyarakat meningkat. Ia juga berharap petani gambir tetap menjaga kualitas gambir yang diproduksi, sehingga harga tetap tinggi. (dst)