Jasad Pelajar Hanyut di Batang Arau Ditemukan Nelayan di Bungus

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Setelah tiga hari pencarian, pelajar SMP yang hanyut di Sungai Batang Arau, Joshua, ditemukan meninggal dunia di perairan Pulau Sinyaru, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Minggu (16/8) pagi. Lokasi penemuan berjarak sekitar 8,8 mil laut dari titik terakhir korban dilaporkan hanyut.

Jasad korban ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 08.00 WIB setelah sebelumnya pertama kali terlihat oleh nelayan di perairan Pulau Sinyaru.

Komandan Tim (Dantim) pencarian Basarnas Padang, Riko Pradinata, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Batang Arau pada Jumat (14/8) sore.

Menurutnya, derasnya arus sungai dan kondisi debit air yang tinggi saat kejadian diduga membawa korban hingga ke perairan selatan Kota Padang.

“Berdasarkan informasi perkiraan cuaca saat kejadian, debit air cukup tinggi ditambah arah arus mengarah ke selatan, sehingga korban bisa sampai di sana,” kata Riko dikutip dari TribunPadang.com.

Korban ditemukan pada koordinat 1°4’48” LS dan 100°16’19” BT, dengan jarak sekitar 8,8 nautical mile atau mil laut dari last known position (LKP), titik terakhir korban diketahui sebelum hanyut.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jasad korban menggunakan perahu karet menuju Posko SAR di Muaro Padang.

Informasi awal mengenai penemuan jasad tersebut diterima dari nelayan yang berada di sekitar Pulau Sinyaru. Setelah menerima laporan, tim SAR segera bergerak menuju lokasi dan mengevakuasi korban dari perairan. “Informasi awalnya ditemukan oleh nelayan. Tim langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban,” ujar Riko.

Jasad korban selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menuju Dermaga Posko SAR Muaro Padang. Ambulans RSUP M. Djamil Padang telah menunggu untuk membawa korban ke rumah sakit.

Berdasarkan kronologi operasi, pencarian hari ketiga dimulai pukul 06.48 WIB dengan briefing dan persiapan personel. Sekitar pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan bergerak melakukan pencarian ke arah selatan menggunakan sejumlah armada laut.

Pada pukul 08.00 WIB, korban ditemukan di perairan Pulau Sinyaru. Sekitar pukul 08.25 WIB, jasad korban telah dievakuasi dan dimasukkan ke dalam body bag. Selanjutnya korban dibawa ke RSUP M. Djamil Padang untuk penanganan lebih lanjut.

Riko mengatakan, identitas korban saat ditemukan masih perlu dipastikan lebih lanjut oleh pihak rumah sakit. Namun, dari ciri-ciri yang ditemukan, petugas menduga kuat jasad tersebut merupakan Joshua, pelajar SMP yang hanyut di Sungai Batang Arau.

Korban berjenis kelamin laki-laki dan mengenakan pakaian olahraga bertuliskan SMP Murni. Kondisi wajah korban dilaporkan mengalami pembengkakan sehingga sulit dikenali. “Kami menduga kuat korban adalah anak yang hanyut di Sungai Batang Arau dari ciri-ciri yang ditemukan. Namun, kepastian identitas menunggu pemeriksaan lebih lanjut di RSUP M. Djamil,” katanya.

Joshua sebelumnya dilaporkan hanyut saat berenang bersama tiga orang temannya di Sungai Batang Arau, Kelurahan Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Jumat (14/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan debit serta arus sungai meningkat.

Tiga teman korban berhasil diselamatkan warga, sedangkan Joshua terseret arus dan hilang. Pencarian kemudian dilakukan selama tiga hari oleh Basarnas bersama BPBD Kota Padang, TNI, Polri, Brimob, Airud, KSB, serta sejumlah unsur SAR gabungan lainnya.

Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing. (trb)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0