
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.
PEMERINTAH boleh memiliki banyak program dan kegiatan, tetapi keberadaannya dinilai tidak berarti jika manfaatnya tidak dirasakan masyarakat. Pesan itulah yang ditekankan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8).
Mahyeldi menegaskan, ukuran keberhasilan pemerintah bukan terletak pada banyaknya rapat atau kegiatan administratif, melainkan sejauh mana pemerintah mampu menyelesaikan persoalan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Keberadaan kita jangan sama dengan tiadanya. Keberadaan ASN dan pejabat harus dirasakan melalui program dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Mahyeldi usai bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Istana Gubernur Sumbar.
Menurut Mahyeldi, semangat perjuangan para pahlawan harus diterjemahkan dalam kerja nyata. Kemerdekaan, katanya, tidak cukup dimaknai melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui pelayanan publik, penyelesaian persoalan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan. “Masyarakat tidak melihat berapa kali kita rapat. Yang mereka lihat adalah sejauh mana urusan mereka, kesejahteraan mereka dan harapan mereka bisa kita penuhi,” ujarnya.
Pesan tersebut, menurut Mahyeldi, sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Semangat itu harus diterjemahkan melalui kerja bersama seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat hingga pemerintahan nagari dan desa.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Sumbar, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk membangun daerah.
“Dalam diri generasi muda Sumatera Barat mengalir semangat para pejuang, pendiri, proklamator dan penyelamat NKRI. Semangat itu harus menjadi cemeti bagi generasi muda untuk melahirkan prestasi terbaik,” katanya.
Wagub Vasko Upacara di Kecamatan
Komitmen mendekatkan pemerintah kepada masyarakat juga ditunjukkan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy. Saat upacara tingkat provinsi dipusatkan di Istana Gubernur, Vasko memilih menjadi Inspektur Upacara HUT ke-81 RI di Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.
Vasko mengatakan, pilihannya mengikuti upacara bersama masyarakat di kecamatan telah direncanakan sejak awal. “Saya memang merencanakan untuk memperingati 17 Agustus bersama masyarakat di daerah. semangat kemerdekaan harus kita rasakan bersama. Pemerintah tidak hanya hadir di pusat pemerintahan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat, termasuk di kecamatan dan nagari,” ujarnya.
Menurutnya, kecamatan merupakan salah satu tingkatan pemerintahan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kehadiran langsung pemerintah di daerah perlu terus diperkuat.
Kehadiran Wakil Gubernur dalam upacara tingkat kecamatan juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para pelajar yang bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera.
Reni, salah seorang anggota Paskibraka Kecamatan Kamang Baru, mengaku bangga dapat menjalankan tugas pengibaran Merah Putih di hadapan langsung Wakil Gubernur Sumbar.
“Jujur kami masih tidak percaya. Kami Paskibraka tingkat kecamatan, tetapi hari ini tugas kami disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur. Kami sempat grogi, tetapi alhamdulillah tugas berjalan lancar,” katanya.
Antusiasme juga terlihat dari masyarakat. Sejumlah warga dan pelajar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersalaman dan berfoto bersama Vasko.
Rosdani (43), warga Kamang Baru, mengatakan kehadiran Wakil Gubernur dalam upacara tingkat kecamatan menjadi pengalaman tersendiri bagi masyarakat.
“Anak-anak sangat senang karena bisa bertemu langsung dengan Wakil Gubernur. Biasanya mereka hanya melihat beliau melalui berita atau media sosial,” ujarnya.
Selain upacara, peringatan HUT ke-81 RI di Sumbar juga diwarnai penyerahan dividen PT Bank Nagari sebesar Rp110,415 miliar serta bantuan sosial pendidikan melalui program CSR senilai Rp2,54 miliar untuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Sejumlah penghargaan turut diserahkan kepada lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai berkontribusi dalam berbagai bidang.
Melalui peringatan kemerdekaan tersebut, Mahyeldi dan Vasko sama-sama menekankan bahwa kehadiran pemerintah harus diwujudkan melalui kerja dan pelayanan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, dari pusat pemerintahan hingga kecamatan dan nagari. (*)