PADANG, KP – Sekretaris Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat, Dedy Agustanto, S.Kom., M.PdT., secara resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan studi pada Program Doktor Ilmu Lingkungan.
Pencapaian akademis ini semakin memperkuat kapasitas kepemimpinannya dalam mengintegrasikan isu lingkungan, teknologi, dan pembangunan kependudukan di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat.
Keberhasilan ini diraih setelah melalui rangkaian sidang promosi doktor yang menguji disertasinya. Disertasi tersebut berfokus pada keterkaitan antara dinamika lingkungan, tata kelola program keluarga, serta pemanfaatan teknologi informasi.
Dalam rekam jejak akademis dan profesionalnya, Dr. Dedy Agustanto dikenal aktif memadukan pendekatan ilmiah lintas sektor. Penelitian dan karya ilmiah yang digelutinya konsisten menyoroti pentingnya strategi kebijakan yang adaptif terhadap kualitas lingkungan hidup guna mendukung ketahanan keluarga serta kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang sangat pesat juga dinilai menjadi peluang untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.
Pencapaian gelar doktor ini disambut baik oleh berbagai kalangan, baik di lingkungan akademisi Universitas Negeri Padang (UNP) maupun di jajaran instansi pemerintahan.
Kehadiran akademisi berlatar belakang multidisipliner seperti Dr. Dedy Agustanto diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam merumuskan solusi strategis bagi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan, percepatan pencegahan dan penurunan stunting, serta pengelolaan lingkungan hidup di Sumatera Barat ke depan.
Dengan perolehan gelar strata tiga (S3) ini, Dr. Dedy Agustanto menegaskan komitmennya untuk terus mendedikasikan keilmuannya guna memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah, riset akademis, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam disertasinya, terdapat pesan kunci yang menjadi kebaruan dalam promosi dan edukasi pencegahan stunting dari hulu, yaitu “Cegah Stunting dengan RANCAK”.
Pendekatan RANCAK merupakan kerangka aksi strategis untuk pencegahan stunting dari hulu, khususnya bagi kalangan remaja dan calon pengantin, dengan rincian:
R — Rencanakan Umur Menikah Ideal
A — Asupan Gizi Seimbang untuk Mencegah KEK
N — Nilai Hemoglobin Normal dan Konsumsi TTD
C — Cegah Paparan Rokok Aktif dan Pasif
A — Air Minum Bersih dan Dimasak
K — Kondisi Jamban yang Layak dan Sehat
Pesan RANCAK tersebut disampaikan melalui Model Kampanye Digital AWAS (Attention, Watch, Action, Share), yang merupakan hasil pengembangan dari AISAS dan AIDMA.
Semoga kontribusi penelitian ini memberikan dampak positif dalam pembangunan di Sumatera Barat, terutama pembangunan kependudukan atau pembangunan nonfisik. (fai)