Padang Masuk Enam Besar Nominasi Kota Kreatif UNESCO

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Kota Padang lolos ke Seleksi Nasional Tahap II pengusulan nominasi Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) 2027. Padang masuk enam besar daerah yang lolos tahap pertama dan bersaing pada kategori Gastronomi bersama Kota Batu dan Kota Pangkal Pinang.

Hal tersebut diumumkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui surat tertanggal 19 Agustus. Sebelumnya, dossier UCCN 2027 Kota Padang dinilai pada 6-11 Agustus dan dibahas dalam rapat pleno 12 Agustus.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, kelolosan tersebut membuat Padang semakin dekat dengan target menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia di bidang gastronomi.

“Alhamdulillah, dengan lolos ke tahapan seleksi berikutnya, langkah Kota Padang semakin dekat untuk menjadi kota gastronomi dunia. Terima kasih kepada Bapak Menteri Ekraf RI beserta jajaran, serta semua pihak yang telah membersamai upaya ini,” kata Fadly.

Pada Seleksi Nasional Tahap II, Fadly dijadwalkan memaparkan dossier UCCN 2027 selama 10 menit di hadapan tim Panselnas pada Rabu (2/9). Setelah itu, tim seleksi akan memverifikasi isi dan kelengkapan dossier yang diajukan.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza mengatakan, tahap kedua menjadi tantangan bagi Padang untuk memaparkan potensi gastronomi daerah di hadapan tim seleksi.

“Dossier tahap kedua ini menjadi tantangan bagi kita untuk memaparkan materi dengan baik. Paparan akan disampaikan langsung oleh Bapak Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada 2 September mendatang. Selanjutnya tim Pansel akan memverifikasi kebenaran dan kedalaman isi dossier tersebut,” ujar Yenni.

Selain Padang, lima daerah yang lolos seleksi tahap pertama yakni Kota Batu dan Kota Pangkal Pinang kategori Gastronomi, Kabupaten Bantul kategori Crafts and Folk Arts, Kabupaten Sleman kategori Film, serta Kota Yogyakarta kategori Media Arts.

Dari enam daerah tersebut, Panselnas akan memilih dua daerah dari dua kategori berbeda untuk diusulkan mewakili Indonesia ke tingkat UNESCO. Hasil seleksi nasional dijadwalkan diumumkan 1 Oktober.

Yenni mengatakan, kelolosan Padang tidak terlepas dari dukungan perguruan tinggi, komunitas Bundo Kanduang, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif.

Fadly juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut dalam pengusulan Padang sebagai kota gastronomi dunia. “Mudah-mudahan kita berhasil meraih target besar ini, dan menempatkan Kota Padang di jejaring kota kreatif dunia,” ujarnya. (red)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0