PADANG, KP – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Senin (3/8), menyebabkan sejumlah intake milik Perumda Air Minum Kota Padang tertimbun material banjir sehingga proses pengolahan air baku terganggu. Akibatnya, distribusi air bersih ke sejumlah kawasan mengalami penurunan tekanan bahkan terhenti sementara.
Kepala Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan material berupa batu, pasir, kayu, dan lumpur menutup beberapa intake sehingga air baku tidak dapat masuk ke instalasi pengolahan.
“Beberapa intake tertimbun material yang terbawa arus banjir. Petugas baru bisa melakukan penanganan karena saluran tersumbat batu, pasir, kayu, dan lumpur sehingga pengolahan tidak dapat beroperasi,” ujarnya di Kantor Perumda Air Minum Kota Padang, Selasa (4/8).
Ia menjelaskan, gangguan terjadi pada intake Guo yang berdampak pada pelanggan di Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I dan II, Kalumbuk, Balai Baru, Wahana VI, Buana Indah III, Rimbo Tarok, serta Tarok Indah I dan II.
Gangguan juga terjadi pada intake Palukahan yang memengaruhi sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Padang Utara. Sementara intake Gunung Pangilun berdampak pada kawasan pusat kota, Gunung Pangilun, hingga sebagian Padang Sarai. Adapun intake Latung memengaruhi sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Padang Utara, dan Kuranji.
Menurut Adhie, petugas masih membersihkan material yang menyumbat intake agar pengolahan air baku kembali beroperasi dan distribusi air pulih secara bertahap. “Petugas terus membersihkan material agar pengolahan kembali beroperasi dan distribusi air kepada pelanggan segera normal,” katanya.
Perumda Air Minum mengimbau pelanggan menggunakan air secara hemat selama proses pemulihan. Bagi pelanggan yang masih menerima aliran air, meski bertekanan rendah, diminta segera menampung air sebagai cadangan. “Kami berharap pelanggan bersabar, menampung air secukupnya, dan menggunakannya secara hemat hingga proses penanganan selesai,” ujar Adhie. (red)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!