Modul GDM Care Kit Bantu Ibu Hamil Kendalikan Risiko Diabetes Gestasional

by Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Tim pengabdian masyarakat Universitas Mercubaktijaya berfoto bersama para ibu hamil dan kader Posyandu Bahari usai sosialisasi inovasi GDM Care Kit di Padang.

PADANG, KP – Dosen Universitas Mercubaktijaya memperkenalkan inovasi GDM Care Kit bagi ibu hamil di Posyandu Bahari, Kelurahan Pasie Nan Tigo, wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan ibu hamil dalam mencegah dan mengendalikan Diabetes Gestasional.

Kegiatan tersebut diketuai oleh Ns. Viki Yusri, M.Kep, dengan tim Ns. Yola Yolanda, M.Kep, Novria Hesti, SSiT, M.Keb., beserta mahasiswa.

Program ini melibatkan 8 orang ibu hamil dan 10 orang kader kesehatan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara aktif dengan tingkat partisipasi mencapai 100 persen.

GDM Care Kit merupakan modul paket edukasi yang dirancang tim pengabdi untuk membantu ibu hamil melakukan pengelolaan kesehatan secara mandiri.

Paket ini dilengkapi dengan buku monitoring, checklist self-management, panduan pola makan sehat, panduan aktivitas fisik, serta materi edukasi Diabetes Gestasional.

Program dilaksanakan melalui edukasi, pelatihan, demonstrasi, praktik, serta pendampingan penggunaan GDM Care Kit.

“Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan setelah peserta mendapatkan edukasi. Rata-rata pengetahuan ibu hamil meningkat dari 60,5 persen sebelum kegiatan menjadi 87,5 persen setelah kegiatan, atau meningkat sebesar 27 poin persentase,” kata Viki Yusri.

Menurutnya, peningkatan terjadi pada pengetahuan tentang Diabetes Gestasional, pola makan sehat, aktivitas fisik, monitoring gula darah, dan self-management.

Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan juga menunjukkan hasil positif pada kemampuan ibu hamil dalam menerapkan perilaku self-management.

Sebanyak 75 persen ibu hamil mampu menerapkan pola makan sehat, 75 persen melakukan aktivitas fisik yang sesuai, dan 87,5 persen mampu melakukan monitoring kesehatan secara mandiri.

Sementara itu, 75 persen peserta mampu menggunakan checklist self-management. Secara keseluruhan, capaian kemampuan self-management mencapai 78,1 persen.

Para ibu hamil dan kader kesehatan Posyandu Bahari Kelurahan Pasie Nan Tigo menyimak pemaparan materi penggunaan GDM Care Kit.

Para ibu hamil dan kader kesehatan Posyandu Bahari Kelurahan Pasie Nan Tigo menyimak pemaparan materi penggunaan GDM Care Kit.

Program ini juga memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas kader kesehatan.

“Dari 10 kader yang mengikuti pelatihan, 100 persen berpartisipasi dalam kegiatan, sementara 80 persen kader mampu menggunakan GDM Care Kit, memberikan edukasi kepada ibu hamil, serta melakukan pendampingan dan monitoring,” ungkap Viki Yusri.

Capaian tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa penggunaan media edukasi yang sederhana dan terintegrasi dapat membantu mengubah edukasi kesehatan dari sekadar penyampaian informasi menjadi proses pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Media edukasi yang sederhana dan terintegrasi dapat membantu mengubah edukasi kesehatan dari sekadar penyampaian informasi menjadi proses pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Viki Yusri.

GDM Care Kit juga memberikan kemudahan karena ibu hamil dapat mempelajari kembali materi edukasi dan melakukan pencatatan kondisi kesehatan di rumah.

Bagi kader, keberadaan kit menyediakan media edukasi yang lebih terstruktur dalam mendampingi ibu hamil.

Secara keseluruhan, kegiatan menunjukkan capaian positif. Partisipasi ibu hamil dan kader mencapai 100 persen, peningkatan pengetahuan mencapai 87,5 persen, kemampuan monitoring mandiri mencapai 87,5 persen, penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik masing-masing 75 persen.

Kemampuan kader menggunakan GDM Care Kit dan memberikan edukasi mencapai 80 persen, sedangkan ketersediaan dan penggunaan GDM Care Kit mencapai 100 persen.

Ke depan, GDM Care Kit diharapkan dapat terus dimanfaatkan dalam kegiatan Posyandu dan pelayanan Antenatal Care.

“Kader yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan mampu melanjutkan edukasi dan pendampingan sehingga upaya pencegahan dan pengendalian Diabetes Gestasional dapat berlangsung secara berkelanjutan di masyarakat,” pungkas Viki Yusri.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat, khususnya ibu hamil dan kader kesehatan, melalui pendekatan promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. (ak/*)

Modul edukasi dan panduan self-management GDM Care Kit yang dirancang tim dosen Universitas Mercubaktijaya untuk membantu pencegahan Diabetes Gestasional pada ibu hamil.

Modul edukasi dan panduan self-management GDM Care Kit yang dirancang tim dosen Universitas Mercubaktijaya untuk membantu pencegahan Diabetes Gestasional pada ibu hamil.

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya1Tidak0