Cegah Stunting, Universitas Mercubaktijaya Latih Kader Posyandu Nagari Pilubang Metode Pangan Desa BERSINAR

by Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Tim pengabdian masyarakat Universitas Mercubaktijaya berfoto bersama saat kegiatan pemberdayaan kader posyandu dalam meningkatkan keterampilan guna mencegah stunting dengan Metode Pangan Desa BERSINAR, di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman.

PADANG PARIAMAN, KP – Tim pengabdian dari Universitas Mercubaktijaya menggelar program pemberdayaan masyarakat bertajuk ‘Pemberdayaan Kader Posyandu Meningkatkan Keterampilan dalam Mencegah Stunting dengan Metode Pangan Desa BERSINAR’ di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan ini merupakan program hibah yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk Tahun Pendanaan 2026.

Pelaksanaannya berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu serta masyarakat dalam upaya pencegahan stunting, dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.

Adapun tim pengabdian ini diketuai oleh Ns. Fitri Wahyuni. S, M.Kep., Sp.Kep.An, bersama dua orang anggota, yakni Ns. Rini Rahmayanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat dan Angelia Leovita, S.P., M.Si.

Mereka turut dibantu oleh mahasiswa sebagai anggota tim, yaitu Rahmat Triyadi, Natiqul Fajar, Derfadilla Fauza, dan Nadhira Aulia Andeswa.

Pada kesempatan tersebut, kegiatan juga dihadiri oleh Penanggungjawab Gizi Puskesmas Sungai Limau, Reza Fiorita, S.Gz, serta Sekretaris Nagari Pilubang, Novrida.

Fitri Wahyuni menjelaskan, rangkaian program mencakup sosialisasi, edukasi seputar stunting dan metode pencegahannya, pelatihan deteksi dini serta pemantauan pertumbuhan balita, hingga pelatihan pemilihan dan pengolahan pangan lokal.

Dalam sesi ini, kader dan para ibu balita memperoleh pengalaman praktik langsung mengolah singkong dan pisang menjadi produk pangan, yaitu stik kulit singkong dan cookies pisang.

Pemanfaatan bahan pangan lokal tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif makanan bergizi yang mudah dibuat serta diterapkan dalam skala rumah tangga maupun kegiatan Posyandu.

Tim pengabdian masyarakat Universitas Mercubaktijaya berfoto bersama saat kegiatan pemberdayaan kader posyandu dalam meningkatkan keterampilan guna mencegah stunting dengan Metode Pangan Desa BERSINAR, di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman.

Tim pengabdian masyarakat Universitas Mercubaktijaya berfoto bersama saat kegiatan pemberdayaan kader posyandu dalam meningkatkan keterampilan guna mencegah stunting dengan Metode Pangan Desa BERSINAR, di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman.

Selain keterampilan mengolah pangan, peserta turut menerima pendampingan mengenai pengemasan dan pembuatan merek atau branding produk.

Pelatihan ini bertujuan untuk menambah daya tarik serta nilai jual produk, sehingga pangan lokal tidak hanya dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga, melainkan juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kader pun didorong untuk menjadi penggerak yang mampu menyebarluaskan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” kata Fitri Wahyuni kepada KORAN PADANG, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, terlihat adanya peningkatan pengetahuan para kader setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Rata-rata nilai mereka melonjak dari 61 pada saat pre-test menjadi 87 pada post-test, atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 42,6 persen.

Selain itu, kegiatan ini juga telah menghasilkan produk olahan berupa stik kulit singkong dan cookies pisang, sekaligus meningkatkan keterampilan kader dalam hal pengolahan dan pengemasan pangan lokal.

Ia berharap program Pangan Desa BERSINAR ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan melalui kegiatan Posyandu serta pendampingan rutin oleh kader.

“Pemanfaatan pangan lokal ke depan diharapkan tidak hanya berperan dalam mendukung pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting, tetapi juga mampu mendorong kemandirian serta produktivitas masyarakat, khususnya di Nagari Pilubang,” ujar Fitri Wahyuni.

Sinergi antara kader Posyandu, Puskesmas, pemerintah nagari, masyarakat, dan perguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat upaya penanggulangan stunting di tingkat akar rumput. (bim)

Hasil olahan bahan pangan lokal singkong dan pisang, menjadi alternatif makanan bergizi yang mudah dibuat serta diterapkan dalam skala rumah tangga maupun kegiatan posyandu untuk mencegah stunting.

Hasil olahan bahan pangan lokal singkong dan pisang, menjadi alternatif makanan bergizi yang mudah dibuat serta diterapkan dalam skala rumah tangga maupun kegiatan posyandu untuk mencegah stunting.

Hasil olahan bahan pangan lokal singkong dan pisang, menjadi alternatif makanan bergizi yang mudah dibuat serta diterapkan dalam skala rumah tangga maupun kegiatan posyandu untuk mencegah stunting.

Hasil olahan bahan pangan lokal singkong dan pisang, menjadi alternatif makanan bergizi yang mudah dibuat serta diterapkan dalam skala rumah tangga maupun kegiatan posyandu untuk mencegah stunting.

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya1Tidak0